Sukses

Begini Respons Menhub Usai Lihat KRL Sesak Penumpang saat H+1 Lebaran

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memantau pergerakan penumpang pada Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek di Stasiun Manggarai, Jakarta pada H+1 Lebaran, tepatnya Jumat 14 Mei 2021.

Kunjungan Menhub tersebut sengaja dilakukan untuk memastikan pergerakan masyarakat di kawasan aglomerasi seperti di Jabodetabek tetap dapat terkendali selama masa larangan mudik hingga 17 Mei 2021.

Namun, setelah keliling di Stasiun Manggarai, Menhub Budi Karya menemukan jika pengelolaan penumpang KRL Jabodetabek tidak terkendali dengan baik. Kesimpulan itu menurut Budi pasca-berdiskusi dengan sejumlah penumpang, dan melihat kepadatan di satu kereta hingga 70 orang lebih.

Dia lantas menegur PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang dinilainya tidak profesional dalam mengelola hiruk pikuk di KRL Jabodetabek selama masa Lebaran 2021.

"Saya lihat pengelolaan dari KCI tidak profesional. Saya tanya beberapa penumpang, mereka desak-desakan. Lebih dari 70 orang tidak ada yang jaga," ujar Menhub Budi Karya di Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (14/5/2021).

 

Tak ingin kepadatan KRL terus terjadi, Menhub mendesak KCI untuk memperbaiki pengelolaan sehingga mengantisipasi kepadatan dan potensi penularan pandemi Covid-19.

"Saya minta KCI lebih profesional lagi awasi pergerakan aglomerasi. Ini pelajaran mahal, banyak orang tak terkontrol. Sekali lagi saya minta KCI laksanakan lebih baik dan profesional," imbuh dia.

 

 

2 dari 3 halaman

Menhub Prediksi Lonjakan Penumpang Pesawat Usai Larangan Mudik 17 Mei 2021

Sebelumnya, pasca-pelarangan mudik lebaran 2021, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi, bila akan terjadi peningkatan penumpang penerbangan.

Menhub memperkirakan, gelombang penumpang akan terjadi pada 17-18 Mei 2021. "Mulai tanggal 17 (Mei) kemungkinan ada peningkatan (penumpang), sehingga kepada rekan Angkasa Pura II mulai tanggal 17 Mei akan antisipasi kenaikan sehingga pelayanan dipersiapkan dengan baik," ungkapnya, saat peninjauan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa, 10 Mei 2021.

Prediksi peningkatan penumpang dimulai pada H+2 lebaran. Lalu, berlanjut hingga pertengahan bulan.

Sementara, berdasarkan data yang didapatkan dari PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama (KCU) Bandara Soekarno-Hatta, selama masa peniadaan mudik, jumlah penumpang hanya sekira 7.000 perhari

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi menjelaskan, data tersebut hanya untuk penumpang domestik.

"Selama peniadaan mudik yang sudah ditetapkan pemerintah tgl 6-17 Mei 2021, memang grafik penumpang kita terus menurun. Rata-rata pergerakan penumpang sekitar 7.000-an ini untuk domestik," jelas Agus.

Untuk jumlah penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta juga mengalami pengurangan yang teramat drastis. Menurut Agus, saat masa larangan mudik 6-17 Mei 2021, penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta hanya 600 orang perhari.

"Dua-duanya menunjukan penurunan, kita lihat datanya traffic internasional kisaran 1000-1500-an, sekarang 600-an, sudah mendekati angka 60 persen," papar Agus. (Pramita Tristiawati)

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini