Sukses

Penataan Jalan Kawasan Wisata Super Prioritas Borobudur Tuntas 2021

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kualitas layanan jaringan jalan di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur, Yogyakarta.

Dukungan infrastruktur konektivitas dilaksanakan melalui pembangunan jalan tol maupun non-tol, sehingga akan mempermudah wisatawan menuju kawasan pariwisata Borobudur.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, dukungan infrastruktur non-tol dilakukan dengan meningkatkan kualitas jaringan jalan menuju standar. Termasuk penataan akses untuk koridor utama Candi Borobudur, baik dari arah Yogyakarta, Semarang maupun Kulon Progo.

Selain jalan nasional, Kementerian PUPR juga tengah menyiapkan jaringan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 km.

"Saat ini sudah PPJT (Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol) dan ada exit di Palbapang yang nanti akan bisa mempermudah wisatawan menuju Borobudur," kata Hedy Rahadian dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/3/2021).

Hedy melaporkan, Kementerian PUPR juga mendapat tugas tambahan untuk menangani jaringan jalan di kawasan Badan Otorita Borobudur, di sekitar Pasar Pono. Namun penanganannya baru dapat dilaksanakan dengan memperhatikan tiga hal, yakni atas Instruksi Menteri PUPR, diusulkan lewat program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), dan kelengkapan dokumen-dokumen kelayakan.

Dalam mendukung peningkatan konektivitas DPSP Borobudur, pelaksanaan pekerjaan dilakukan melalui pelebaran jalan, rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin, rehabilitasi trotoar dan drainase, serta pembangunan jembatan.

 

2 dari 3 halaman

Perbaikan Jalan

Pada tahun anggaran 2020, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY menyelesaikan empat paket pekerjaan penanganan jalan dan jembatan sepanjang 35,40 km dengan nilai kontrak Rp 178,8 miliar.

Empat paket pekerjaan telah diserahterimakan, yakni preservasi Jalan Pringsurat-Secang-Keprekan sepanjang 8,50 km dan jembatan sepanjang 154,7 meter, preservasi Jalan Keprekan-Muntilan-Salam sepanjang 8,59 km dan jembatan 14 meter, preservasi Jalan Yogyakarta-Tempel-Pakem-Prambanan sepanjang 2,4 km dan jembatan sepanjang 87,9 meter, serta pelebaran Jalan Sentolo-Nanggulan-Dekso sepanjang 15,6 km.

Peningkatan jaringan jalan DPSP Borobudur dilanjutkan pada tahun anggaran 2021 dengan anggaran sebesar Rp 127 miliar. Alokasi itu digunakan untuk rehabilitasi jalan DPSP Borobudur sepanjang 24,4 km, preservasi Jalan Keprekan Borobudur sepanjang 12,8 km, dan melanjutkan pembangunan Jembatan Kali Progo sepanjang 160 meter.

"Untuk penataan kawasan seperti trotoar, jembatan, pedestrian memperhatikan aspek estetika. Karena untuk pekerjaan penataan kawasan tadi berada di kawasan heritage, jadi kita diminta untuk lolos dampak heritage-nya, harus ada semacam persetujuan dari Unesco dan kita menghormati itu. Tetapi pada prinsipnya paket pekerjaan tadi targetnya selesai tahun ini," tegas Hedy.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: