Sukses

Deretan Pengusaha Cuan di Balik Kelangkaan Sarung Tangan dan Masker saat Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Saat kekhawatiran terhadap pandemi Covid-19 meningkat di bulan-bulan awal tahun lalu, ventilator dan alat perlindungan diri (APD) seperti masker dan jas jadi barang langka.

Alhasil, banyak negara yang mulai gencar memproduksi tiga kebutuhan tersebut. Meski begitu, masih ada satu barang yang masih terus jadi bahan rebutan banyak negara, yaitu sarung tangan medis.

Hingga bulan-bulan selanjutnya saat pandemi Covid-19, ketersediaan sarung tangan medis belum cukup untuk memenuhi tingginya permintaan.

Kebanyakan dari rumah sakit membutuhkan sarung tangan jenis nitril yang aman bagi kulit dan tahan bahan kimia. Bahan utamanya dari rubber (karet) dan produksinya mayoritas mengandalkan pabrik-pabrik di Asia Tenggara, terutama Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Dikutip dari Forbes, Rabu (17/2/2021), khusus di Amerika Serikat saja, rumah sakit di negara tersebut membutuhkan persediaan 4,5 miliar pcs sarung tangan. Namun persediaan yang ada pada laporan Desember tahun lalu hanya tersedia 70 juta pcs.

Menurut lembaga riset asal Singapura, Persistence Market Research, tingginya permintaan sarung tangan media menyebabkan terjadinya lonjakan harga yang signifikan.

Satu boks yang berisi 100 pcs sarung tangan awalnya hanya seharga USD 3 sebelum pandemi, kemudian naik lebih dari 10 kali lipat jadi USD 32 sekarang ini.

Perusahaan produsen sarung tangan yang menangguk untung paling fantastis ialah Top Gloves. Perusahaan asal Malaysia ini membukukan pendapatan USD 1,8 miliar atau setara Rp 25,2 triliun tahun 2020, naik 51 persen dari tahun sebelumnya.

Tidak heran kalau pemilik perusahaan, Lim Wee Chai juga ikut panen untung. Kekayaan miliarder ini  sudah menyentuh USD 4,1 miliar atau Rp 57,4 triliun.

Lim Wee Chai bukan satu-satunya yang diuntungkan. Ada juga dua pengusaha asal Malaysia lainnya, Stanley Thai, pemilik perusahaan Supermax yang kekayaan naik jadi USD 1,5 miliar setara Rp 21 triliun.

Dan Lim Kuang Sia pemilik perusahaan Kossan Rubber Indsutries yang kini kekayaannya menyentuh USD 1,2 miliar setara hampir Rp 17 triliun.

Tren serupa juga terjadi di luar Malaysia. Ada juga nama pengusaha asal Thailand, Somwang Sincharoenkul yang merupakan pemilik Sri Trang Group yang kekayaannya bertambah jadi USD 730 juta  setara Rp 10,2 triliun.

Di luar Asia, pengusaha asal Polandia, Wieslaw Zyznowski yang memiliki perusahaan Mercator Medical mengumpulkan kekayaan USD 670 juta setara Rp 9,3 triliun.

Sebagian besar pabrik pembuat sarung tangan medis tersebut berlokasi di Asia Tenggara. Termasuk pabrik milik Zyznowski yang beroperasi di Thailand.

Meski vaksinasi mulai berjalan sejak akhir tahun lalu, beberapa pihak berpendapat kebutuhan terhadap sarung tangan medis masih akan tinggi dan harganya akan terus mahal. Tentunya ini akan membuat kekayaan miliarder tadi terus berlipat ganda.

"Setiap bulan, harga sarung tangan naik. Ini adalah peluang bagus untuk menghasilkan uang jika Anda seorang produsen," sebut Bruce Levitt, CEO Levitt-Safety, perusahaan penyuplai sarung tangan di wilayah Amerika Utara.

 

2 dari 4 halaman

Barang Ilegal

 

Ternyata, tingginya permintaan sempat mendorong pemerintah di negara bagian di AS mulai menyasar pasar ilegal demi memenuhi kebutuhan sarung tangan medis mereka yang sangat tinggi.

Beberapa perusahaan produsen sarung tangan telah memasang peringatan melalui website mereka tentang peredaran sarung tangan palsu.

Sebuah layanan kesahatan non-profit di California, AS, Community Hospital of the Monterey Hospital juga telah berdiskusi dengan FBI untuk mengawasi peredaran sarung tangan palsu tersebut. Meski begitu, adanya kompetisi tiap negara bagian untuk mendapat kiriman sarung tangan medis lebih dulu membuat pasar ilegal sulit terhindarkan.

Berdasarkan data dari importer AS, AmerCareRoyal, secara global permintaan terhadap sarung tangan medis telah meningkat hampir dua kali lipat. Dari sekitar 300 miliar pcs pada tahun 2019, menjadi 585 miliar pcs Agustus 2020.

Sayangnya, produsen sarung tangan hanya mampu memproduksi 370 miliar pcs pertahun, dan masih akan tetap defisit sekalipun di tahun 2021 rencananya pabrik akan melakukan ekspansi dan akan mendorong penambahan 50 miliar pcs stock sarung tangan medis.

Reporter: Abdul Azis Said 

3 dari 4 halaman

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Ini