Sukses

Mamuju Cetak Angka Inflasi Januari 2021 Tertinggi, Sedangkan Baubau Catat Deflasi

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 0,26 persen pada Januari 2021 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,95. Tingkat inflasi secara tahunan (YoY) sebesar 1,55 persen.

"Inflasi ini lebih lambat dibandingkan pada Desember 2020 sebesar 0,45 persen, juga lebih lambat pada posisi Januari 2020 sebesar 0,39 persen," kata Kepala BPS, Suhariyanto, pada Senin (1/2/2021).

Dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), 75 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 1,43 persen dengan IHK sebesar 105,54, serta terendah terjadi di Balikpapan dan Ambon sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,38 dan 105,54.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 0,92 persen dengan IHK sebesar 103,86 dan terendah terjadi di Pontianak sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 106,16.

Memasuki 2021, BPS melihat dampak Covid-19 belum reda dan masih membayangi perekonomian di berbagai negara termasuk Indonesia.

"Selama pandemi, mobilitas berkurang, roda ekonomi bergerak lambat berpengaruh ke pendapatan pada akhirnya berdampak pada lemahnya permintaan," jelas Suhariyanto.

2 dari 3 halaman

Inflasi Januari 2021 Capai 0,26 Persen, Dipicu Gempa Mamuju

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, pada Januari 2021 terjadi inflasi sebesar 0,26 persen. Dengan nilai inflasi sebesar 0,26 persen pada Januari 2021 ini, maka tingkat inflasi tahun ke tahun dari Januari 2021 ke Januari 2020 adalah sebesar 1,55 persen.

"Pada Januari 2021 terjadi inflasi sebesar 0,26 persen. Dengan nilai inflasi sebesar 0,26 persen pada Januari 2021 ini maka tingkat infasi tahun ke tahun dari Januari ke Januari 2020 adalah sebesar 1,55 persen," ujarnya, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Dari 90 kota yang dipantau BPS, 75 kota mengalami inflasi sementara 15 kota lainnya mengalami deflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat.

"Kita mengetahui bahwa saudara saudara kita yang berada di Sulawesi Barat sedang mengalami bencana gempa. Yang membuat inflasi Mamuju 1,43 persen karena adanya kenaikan harga berbagai jenis ikan dan cabai rawit," kata Suhariyanto.

Sebaliknya, BPS juga mencatat terjadi deflasi tertinggi di Bau Bau karena adanya penurunan harga tiket dan penurunan harga ikan. Selain itu, pergerakan inflasi juga dipengaruhi oleh pandemi Virus Corona yang belum juga berakhir.

"Jadi kalau kita lihat pergerakan inflasi, dampak Covid belum reda masih membayangi perekonomian diberbagai negara termasuk di Indonesia. Kita tahu bahwa selama pandemi mobilitas berkurang, roda ekonomi melambat berpengaruh ke pendapatan dan lemahnya permintaan," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: