Sukses

Bandara Soetta Siap Layani 1.000 Rapid Test per Hari Saat Nataru, Segini Biayanya

Liputan6.com, Jakarta - Jelang libur cuti bersama perayaan Natal dan Tahun Baru, diprediksi pergerakan penumpang dan pesawat di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), melonjak. Stakeholder di bandara pun memastikan ketersediaan rapid test aman.

PT Farmalab Indoutama selaku penyedia layanan Rapid Test di Terminal 2 dan Terminal 3 memastikan ketersediaan Rapid Test di Bandara Soetta selama peak season Nataru.

"Stok (Rapid Test) ready. Kami siap melayani calon penumpang maupun masyarakat umum," kata Gunawan, penanggung jawab Farmalab di Bandara Soetta, Rabu (16/12/2020).

Menurut dia, layanan Rapid Test di Terminal 2 maupun Terminal 3 tidak hanya untuk calon penumpang saja, amun terbuka untuk masyarakat umum. Makanya dalam sehari bisa seribu peminat yang datang.

"Rata-rata dalam sehari kami melayani kurang lebih 1.000 pemeriksaan. Bukan hanya penumpang saja, tapi umum juga," ujarnya.

Untuk diketahui, lokasi tes Covid-19 atau Airport Health Center dapat ditemui di Shelter Skytrain Terminal 2. Sementara di Terminal 3, pengguna jasa dapat mengunjungi lokasi tes di area kedatangan domestik dan di SMMILE Center.

Sementara, menurut Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Airport Health Center di SMMILE Center Terminal 3 ini merupakan upaya PT Angkasa Pura II dalam mendukung kelancaran penerbangan pada periode angkutan Nataru 2020/2021.

"Keberadaan lokasi tes ini, beserta adanya tes drive thru, adalah juga salah satu persiapan kami menyambut angkutan Nataru," katanya.

Adapun tarif untuk layanan rapid test antibodi di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soetta adalah Rp 85 ribu, sudah termasuk surat keterangan resmi untuk digunakan penerbangan ataupun urusan lainnya. (Pramita Tristiawati)

2 dari 4 halaman

Libur Akhir Tahun Dikurangi, Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi Mulai 23 Desember

Pemerintah memutuskan cuti bersama dikurangi 3 hari, di mana pembatalan libur ada pada tanggal 28-30 Desember 2020. Dengan demikian, tanggal merah ada pada 24-27 Desember 2020 dan 31 Desember 2020-3 Januari 2021.

Sejalan dengan itu, PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator 19 bandara tetap melakukan monitoring lalu lintas penerbangan dan kesiapsiagaan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2020/2021 selama 18 hari atau mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Monitoring lalu lintas penerbangan dan kesiapsiagaan ini dilakukan guna memastikan protokol kesehatan di 19 bandara tetap terjaga dan penerbangan berjalan lancar.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan Posko Nataru akan diaktifkan di seluruh bandara sebagai wadah 3C di antara stakeholder, yakni Coordination, Communication dan Collaboration.

“Pada tahun-tahun sebelumnya Posko Nataru hanya digunakan untuk memantau tren lalu lintas penerbangan, dan pada tahun ini dengan adanya pandemi COVID-19, tugas Posko bertambah yakni memonitor operasional bandara dan pelayanan.”

“Posko Nataru 2020/2021 akan memiliki key performance indicator [KPI] untuk memonitoring area operasional dan pelayanan guna menjaga kinerja sumber daya manusia [People], keandalan infrastruktur di sisi udara dan darat [Facilities], dan juga penerapan berbagai prosedur [Process] sehingga penerbangan di periode Nataru dapat berjalan lancar,” jelas Muhammad Awaluddin.

Salaah satu bentuk monitoring aspek operasional di bandara misalnya memastikan penerapan physical distancing, kelancaran validasi dokumen rapid test/PCR test, dan check in area. Sementara salah satu monitoring aspek pelayanan antara lain memastikan ketersediaan hand sanitizer, pelaksanaan disinfeksi, kebersihan di setiap area.  

“Tren lalu lintas penerbangan juga tetap dipantau secara real time setiap hari pada periode monitoring dan kesiapsiagaan, sebagai salah satu upaya kami dalam mengantisipasi dan menjaga operasional bandara tetap berjalan lancar dengan protokol kesehatan yang baik,” jelas Muhammad Awaluddin.

Terkait dengan lalu lintas penerbangan, PT Angkasa Pura II memperkirakan puncak arus mudik ada pada 23-24 Desember 2020 dan 30 – 31 Januari 2020, kemudian puncak arus balik pada 3 Januari 2021.

“Kesiapan personel ditingkatkan, infrastruktur di sisi udara dan terminal penumpang dipastikan siap digunakan, dan seluruh prosedur akan dijalankan pada Angkutan Nataru ini,  termasuk saat puncak arus mudik dan arus balik,” ujar Muhammad Awaluddin.

Lebih lanjut Muhammad Awaluddin menuturkan guna mendukung kelancaran keberangkatan dan kedatangan penumpang pesawat, bandara-bandara PT Angkasa Pura II siap memberikan kepastian adanya slot time penerbangan bagi maskapai, alokasi penerbangan tambahan [extra flight] dan perpanjangan jam operasional bandara-bandara apabila dibutuhkan, pada seluruh tanggal misalnya di sepanjang 18 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021.

3 dari 4 halaman

Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: