Sukses

Amar Bank Komitmen Jangkau Masyarakat Unbankable Lewat Layanan Digital

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank)menegaskan komitmen untuk terus menjangkau masyarakat yang belum tersentuh institusi keuangan formal (unbanked people) melalui layanan berbasis digital Tunaiku.

Penegasan tersebut sejalan dengan misi perseroan yang menargetkan membawa senyum kepada 200 juta wajah Indonesia pada 2025

Aplikasi Tunaiku telah diunduh oleh sekitar 4.9 juta pengguna sejak pertama kali diluncurkan pada 2014z dan telah memberikan manfaat kepada hampir 400 ribu masyarakat dengan total pembiayaan yang telah tersalurkan mencapai Rp 4,7 triliun.

Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan, Tunaiku dirancang untuk melayani dan menjangkau masyarakat yang belum atau kurang terlayani layanan perbankan. Terutama di daerah-daerah yang sulit mendapatkan layanan keuangan formal dan konvensional, asalkan memiliki jaringan internet yang memadai.

"Kami memahami bahwa masih ada gap antara masyarakat yang sudah mendapat layanan keuangan formal dan yang belum menikmati layanan tersebut, terutama daerah-daerah di luar pulau Jawa. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan layanan keuangan formal yang terpercaya, terjamin, dan tentu saja berkontribusi terhadap peningkatan taraf kehidupan mereka," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/12/2020).

Sejauh ini, layanan keuangan digital Tunaiku telah menyalurkan sejumlah bantuan bagi masyarakat di luar Jawa. Seperti untuk modal usaha sebesar 22,49 persen, renovasi rumah sebanyak 31,39 persen, dan biaya pendidikan sebesar 11,59 persen.

 

2 dari 3 halaman

Profil Nasabah

Persentase profil nasabah perempuan mencapai hingga 54,71 persen dan laki-laki 45,39 persen. Sementara itu, Palembang menjadi kota di luar Jawa dengan profil wirausahawan terbanyak.

Vishal Tulsian menyatakan, melalui teknologi dan transformasi digital perbankan, pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan layanan dan produk digital. Komitmen ini diharapkan dapat mendukung visi pemerintah untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan di Indonesia mencapai 90 persen pada 2024 mendatang.

“Ke depannya, kami akan memanfaatkan berbagai produk inovasi terbaru seperti aplikasi perbankan berbasis AI (Artificial Intelligence). Teknologi yang mengadopsi big data dan AI ini bakal menyederhanakan proses layanan keuangan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mekanisme yang prudent," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: