Sukses

Gandeng OVO, BRI Beri Pinjaman UMKM hingga Rp 20 Juta Lewat Digiku

Liputan6.com, Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memberikan dukungan kepada pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi.

Salah satunya dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Visionet Internasional (OVO), platform pembayaran digital, rewards, dan layanan finansial terkemuka di Indonesia. Hal ini untuk menunjang layanan pinjaman digital bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), yaitu DigiKu.

Direktur Konsumer BRI, Handayani mengungkapkan, saat ini UMKM memberikan kontribusi 68 persen terhadap produk domestic bruto (PDB) dan 97 persen bagi penyerapan tenaga kerja nasional.

“Melihat pentingnya keberadaan UMKM, MoU ini diharapkan mampu membantu meningkatkan penetrasi produk dan layanan digital produk BRI terhadap pelaku UMKM di Indonesia,” tambah Handayani seperti dikutip, Jumat (20/11/2020).

Kolaborasi antara BRI dan OVO ini memberikan kemudahan akses pelaku UMKM yang menjadi merchant dan pengguna OVO . Yakni dengan fasilitas pinjaman modal yang tersedia melalui aplikasi BRI Ceria, dengan proses yang cepat dan sepenuhnya digital

“Dari 64,2 juta jumlah UMKM di Indonesia, lebih dari 70 persen-nya belum dapat mengakses pinjaman modal yang penting untuk menjaga kelangsungan usaha dan selanjutnya berekspansi,” kata VP Lending OVO, Natasha Ardian.

Melalui kerjasama dengan BRI ini, OVO berharap dapat membuka akses terhadap modal kerja dan pinjaman bagi UMKM pengguna OVO. Sehingga tidak hanya membantu memulihkan ekonomi nasional, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi dan inklusi keuangan.

Produk pinjaman digital ‘DigiKu’ yang dipasarkan melalui aplikasi BRI Ceria memungkinkan para UMKM dan pengguna OVO untuk memperoleh tambahan modal hingga Rp 20 juta dengan tenor atau jangka waktu pinjaman mulai dari 1 hingga 12 bulan.

Seluruh proses pengajuan berlangsung secara digital melalui aplikasi, menggunakan digital verification, credit scoring, dan digital signature. Pemberian pinjaman modal dilakukan dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian dengan melakukan assessment seberapa besar kebutuhan sesungguhnya dari merchant dan pengguna OVO.

2 dari 3 halaman

BRI Micro and SME Index Dorong UMKM Naik Kelas

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik hadirnya indeks usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Indeks ini untuk mengukur aktivitas bisnis dan ekspektasi para pengusaha.

Anggota Dewan Pertimbangan Apindo Franky Sibarani menjelaskan, indeks usaha mikro dan kecil akan berdampak pada semakin banyaknya pelaku UMKM yang naik kelas. Hal tersebut otomatis berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan Franky disampaikan menanggapi hadirnya BRI Micro and SME Index (BMSI) yang diluncurkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada Rabu 11 November 2020.

“Bagus sekali inisiatif dari BRI, memacu UMKM untuk maju dan lebih banyak yang naik kelas. Semakin banyak UMKM yang terlibat akan lebih baik. Indeks ini bisa dikembangkan nanti, tentu dengan dukungan pemerintah, supaya lebih masif,” ujar Franky di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

BMSI adalah indeks yang dibuat BRI untuk menilai kondisi pelaku UMKM saat ini dan ekspektasi mereka hingga kurun 3 bulan mendatang. Indeks ini terdiri atas dua indikator yakni Indeks Aktivitas Bisnis (IAB) dan Indeks Ekspektasi Aktivitas Bisnis (IEAB).

BMSI bersifat nasional dan akan dipublikasikan rutin setiap kuartal oleh BRI. Sehingga Dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan publik, khususnya di UMKM.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: