Sukses

Dihantam Krisis Covid-19, Cathay Pasific PHK 6.000 Karyawan

Liputan6.com, Jakarta - Cathay Pacific Airways telah memberi peringatan bisnisnya sepanjang 2021. Kelangsungan bisnisnya sangat tergantung dari ketersediaan vaksin Covid-19.

Dalam pembaruan bisnis, maskapai itu mengatakan paruh pertama tahun depan akan menjadi yang paling sulit. Hal ini lantaran perusahaan mengurangi jam terbang hingga kurang dari seperempat seblum pandemi Covid-19. Perkiraan tersebut juga memberikan petunjuk tentang masa depan pegawai.

Seagai dampaknya, perusahaan telah setuju untuk mengurangi 6.000 karyawan secara global. Selain itu, maskapai asal Hong Kong tersebut juga akan menghentikan operasi anak usahanya, Cathay Dragon.

Perusahaan penerbangan utama Hong Kong ini menargetkan pemecatan global hingga 8.000 karyawan. Namun saat ini masih bisa diminimalisir setelah adanya bantuan dari pemerintah Hong Kong.

Pengumuman PHK ini dilakukan pada hari Rabu ini, pada akhir perdagangan di pasar saham.

Ronald Lam Siu-por, Kepala Pelanggan dan Pejabat Komersial Grup mengatakan, prospek perusahaan tahun 2021 tersebut sudah paling optimis.

“Kami berasumsi bahwa kami akan beroperasi jauh di bawah seperempat dari kapasitas sebelum pandemi pada paruh pertama tahun depan, tetapi akan melihat pemulihan pada paruh kedua tahun ini hanya dengan asumsi vaksin yang saat ini sedang dikembangkan terbukti efektif dan diadopsi secara luas di pasar utama kami pada 2021,” tutur Ronald Lam Siu-por seperti dikutip dari South China Morning Post, Rabu (21/10/2020).

Meningkatnya krisis kesehatan global, Cathay Pasific telah beroperasi kurang dari 10 persen dari jadwalnya dan telah memarkir dua perlima dari 180 armadanya.

Pada bulan September, Cathay Pacific dan Cathay Dragon mengangkut total 47.061 penumpang yang artinya turun 98,1 persen dibandingkan September tahun lalu.

Dewan Direksi Maskapai Cathay mengatakan bahwa awal pekan ini akan ada pegumuman besar tentang PHK dan pemotongan gaji, yang telah dirancang guna menjaga bisnis tetap berjalan.

Berbagai sumber mengatakan bahwa pemerintah Hong Kong, pada bulan Juni menawarkan bantuan ekonomi kepada Cathay dan berusaha menekan perusahaan tersebut agar memberikan paket perjalanan yang lebih murah bagi para pekerja yang kehilangan pekerjaan karena pandemi.

2 dari 3 halaman

Ramalan Buruk Cathay Pacific

Anggota Parlemen Sektor Pariwisata Yiu Si-wing mengatakan ramalan buruk Cathay memberikan penilaian obyektif tentang apa yang ada di untuk industri penerbangan.

Ia menunjukkan bahwa bahkan International Air Transport Association (IATA), sebuah badan yang mewakili maskapai penerbangan dunia, memperingatkan pada bulan Juli bahwa kembalinya tingkat perjalanan sebelum virus corona tidak mungkin terjadi sebelum 2024.

“Pandemi di Eropa dan Amerika benar-benar tidak baik, padahal pendapatan Cathay sangat bergantung pada pelancong bisnis dan perjalanan jarak jauh. Jika Hong Kong dapat melanjutkan perjalanan udara normal dengan China dan negara-negara Asia lainnya, ini dapat menciptakan lebih banyak bisnis bagi Cathay karena penumpang dapat transit melalui kota," ujar Yiu Si-wing.

Maskapai ini juga menghadapi tekanan untuk membayar kembali bagian pemerintah 39 Miliar Dollar Hong Kong, rencana rekapitalisasi yang dirancang untuk melindungi peran Hong Kong sebagai pusat penerbangan global.

Pembayar pajak mengumpulkan 27,3 Miliar Dollar Hong Kong dalam bentuk saham preferen dan pinjaman talangan yang belum ditarik, hingga akhir September.

Cathay Pacific mencatat rekor kerugian bersih 9,87 Miliar Dollar Hong Kong dalam enam bulan pertama tahun ini dan terus membukukan sebanyak 2 Miliar Dollar Hong Kong sebulan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: