Sukses

Tengok Strategi Bank Wakaf Mikro Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Liputan6.com, Jakarta - Bank Wakaf Mikro (BWM) lama dikenal sebagai lembaga keuangan berbasis syariah yang fokus pada pengembangan usaha mikro dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam operasionalnya, Bank Wakaf Mikro erat dengan kultur masyarakat yang berguyub rukun. Setiap minggu, pengurus Bank Wakaf Mikro dan nasabahnya mengadakan pertemuan rutin sekaligus berbagi ilmu.

Namun, pandemi Covid-19 menghalau masyarakat untuk saling bertemu. PSBB membatasi aktivitas sosial. Tentunya hal ini berdampak pada kegiatan Bank Wakaf Mikro. Oleh karenanya di tengah pandemi, OJK mendorong digitalisasi BWM agar operasional bank tetap berjalan, lebih efektif dan cepat tentunya.

"Jadi ada 3 langkah digitalisasi yang dioptimalkan, yaitu digitalisasi pembiayaan, digitalisasi operasional dan pengembangan marketplace," ujar Advisor Bidang Perluasan Market Akses Sektor Jasa Keuangan OJK Achmad Buchori dalam tayangan virtual, Rabu (9/9/2020).

Dalam digitalisasi operasional dan pembiayaan, nantinya perkumpulan rutin pengurus dan nasabah tidak perlu dilakukan secara fisik namun dalam platform BWM Halaqoh. Mereka bisa saling berinteraksi di sana. Lalu jika ingin mengajukan pembiayaan bisa melalui aplikasi BWM mobile.

"Lewat BWM mobile nasabah bisa juga melihat berapa dapat pembiayaan, riwayat penggunaan dan lainnya. Bahkan bisa untuk pembelian bahkan top up GoPay, Ovo dan sejenisnya, jadi ini sangat komprehensif, BWM ini one step ahead," ujar Achmad.

Sementara untuk pemasaran produk, dikembangkan marketplace Bank Wakaf Mikro BUMDes sekaligus mendukung kemajuan usaha di desa. Nantinya, pembayaran produk yang dibeli di marketplace bisa menggunakan QRIS (QR Indonesia Standard) atau virtual account.

"Nanti kalau 3 digitalisasi ini sudah rampung semua insya Allah bisa di-launching Oktober nanti atau November," katanya.

2 dari 2 halaman

Bank Wakaf Mikro Bentuk Komitmen Pemerintah Bangun UMKM

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengungkapkan, salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan berusaha atau ease of doing business adalah melalui pemberian akses terhadap permodalan.

Hal tersebut disampaikan Wapres pada acara Peresmian Bank Wakaf Mikro (BWM) Ahmad Taqiuddin Mansur (ATQIA) di Pondok Pesantren NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (20/2/2020).

"Bank Wakaf Mikro ini salah satu komitmen pemerintah untuk membangun, memberikan kemudahan berusaha melalui permodalan. Tidak hanya yang besar tapi juga melalui lembaga keuangan mikro, keuangan kecil. Dalam rangka mengembangkan usaha-usaha kecil, UMKM," ungkap Wapres.

Wapres menyampaikan, bahwa selama ini perkembangan BWM dinilai pelan. Sebab, dana untuk operasional Bank Wakaf Mikro masih bergantung pada donasi yang diberikan melalui Baznas. Oleh karena itu, Wapres mengimbau agar ke depan, proses pendapatan modal untuk Bank Wakaf Mikro agar dapat diperkuat lagi.

"Memang selama ini Bank Wakaf Mikro ini jalannya agak pelan, karena menunggu bantuan, menunggu donasi. Ke depan akan kita dorong supaya tidak hanya menunggu donasi," imbau Wapres.

Terkait keberadaan Bank Wakaf Mikro yang bertempat di pesantren-pesantren, Wapres menegaskan, bahwa pesantren selain menjadi tempat untuk belajar agama, juga harus dapat menjadi tempat untuk penguatan ekonomi umat.

"Kenapa ini harus di pesantren? Supaya Pesantren tidak hanya menjadi pusat untuk menyediakan para kyai, para ulama. Tapi juga tempat untuk melakukan penguatan umat, untuk melakukan pemberdayaan umat, terutama di bidang ekonomi. Untuk menghilangkan kemiskinan supaya jangan sampai umat ini menjadi umat yang lemah," tegas Wapres.

Wapres juga berpesan agar pesantren dapat menjadi motivator dan koordinator keterlibatan anak-anak pesantren dalam pengelolaan Bank Wakaf Mikro. Karena generasi inilah yang nantinya akan menjadi penerus gerakan ekonomi umat.

"Keterlibatan anak-anak pesantren di Bank Wakaf ini untuk mampu mengelola. Karena fiqihnya kan sudah diajarkan. Harus mempelajari bagaimana fiqih muamalah nya. Selama ini yang diajarkan dan dikembangkan hanya fiqih ibadahnya. Tapi bank muamalahnya kurang. Ini juga haris dikembangkan," pesan Wapres.

Wapres berharap agar Bank Wakaf Mikro dapat terus berkembang sehingga mampu menbawa manfaat yang besar bagi umat.

"Saya mengharapkam agar Bank Wakaf Mikro ini dapat maju lebih besar sehingga mampu membawa manfaat bagi peningkatan perekonomian pondok pesantren, dan pesantren mampu memberikan kesejukan dan terus bersinergi dengan Pemerintah untuk membangun kemajuan peradaban bangsa Indonesia menuju Indonesia maju," tuturnya.