Sukses

Minus hingga Masuk Resesi, Beginilah Kondisi Perekonomian Negara ASEAN Terhantam Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Tenggara terpukul dan menyusut tajam akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Terbaru, Thailand telah masuk resesi menyusul Singapura.

Kondisi perekonomian negara-negara ASEAN ini, terkuak dari berbagai laporan yang dikeluarkan pemerintah setempat.

Seperti Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (19/8/2020), rata-rata data Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara ASEAN periode April-Juni 2020 (kuartal II) menunjukkan penurunan.

Sebut saja, perekonomian Thailand menyusut sebanyak 12,2 persen. Ini merupakan kondisi terburuk sejak 1998 ketika negara itu terlanda krisis finansial Asia. Negara ini pun masuk jurang resesi.

Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand mengungkapkan kontraksi ekonomi yang mendorong resesi imbas dari pendorong utama perekonomian, yakni perdagangan dan pariwisata yang tertatih-tatih akibat pandemi virus Corona.

Kondisi ekonomi Thailand tahun ini adalah yang paling buruk di Asia mengingat ketergantungannya pada ekspor dan pariwisata. Kedua sektor mengalami pukulan keras di tengah wabah Covid-19.

Sebelumnya,  perekonomian Singapura dilaporkan menyusut sebesar 13,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Itu merupakan penyusutan terbesar sejak 1976, ketika data perbandingan mulai tersedia.

Sementara ekonomi Malaysia tercatat menyusut 17,1 persen, dan Filipina turun sebesar 16,5 persen. Sedangkan ekonomi Indonesia yang merupakan perekonomian terbesar di kawasan ASEAN, menurun 5,3 persen, yang merupakan penurunan pertamanya dalam 21 tahun.

Dari negara di ASEAN, hanya Vietnam yang  melaporkan jika pertumbuhan ekonomi negaranya mencapai sebesar 0,36 persen, di kuartal II-2020.

Reporter: Erna Sulistyowati

 

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 3 halaman

Thailand Masuk Jurang Resesi, Ekonomi Anjlok Terparah Sejak 1998

Perekonomian Thailand mengalami kontraksi paling parah dalam lebih dari dua dekade. Ini membawa Negara Gajah Putih masuk dalam jurang resesi terdalamnya.

Melansir laman Bloomberg, Selasa (18/8/2020), Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand mengungkapkan jika produk domestik bruto (PDB) Thailand menyusut 12,2 persen dari tahun lalu. Angka ini menjadi penurunan terbesar sejak krisis keuangan Asia pada 1998.

Kontraksi ekonomi yang mendorong resesi imbas dari pendorong utama perekonomian, yakni perdagangan dan pariwisata yang tertatih-tatih akibat pandemi virus Corona.

Kondisi ekonomi Thailand tahun ini adalah yang paling buruk di Asia mengingat ketergantungannya pada ekspor dan pariwisata. Kedua sektor mengalami pukulan keras di tengah wabah Covid-19.

Ditambah, kondisi baht yang menguat, naik lebih dari 6 persen pada kuartal April-Juni. Baht menjadi mata uang berkinerja terbaik kedua di Asia, menurut Bloomberg.

“Kami prihatin tentang kondisi ekonomi, terutama lapangan kerja, kredit macet dan usaha kecil dan menengah," kata Sekretaris Jenderal Dewan Ekonomi, Thosaporn Sirisumphand.

Dia menilai belanja pemerintah akan tetap menjadi pendorong ekonomi utama tahun ini, di saat pendorong lainnya melemah.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini: