Sukses

Simak Strategi Bisnis yang Jitu Jelang New Normal

Liputan6.com, Jakarta - Berakhirnya masa Pembatasan Sosial kala Besar (PSBB), beriring dengan kebijakan penerapan normal baru. Hal ini sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19 yang melumpuhkan banyak sektor, utamanya ekonomi dan bisnis.

Founder Rumah Perubahan yang kini mengembangkan platform Mahir Academy Prof. Rhenald Kasali merumuskan strategi besar dalam menyongsong normal baru bagi pelaku ekonomi.

Pertama, yakni refleksi. Menurut Rhenald, refleksi menjadi penting untuk mengevaluasi posisi dan situasi yang sedang dihadapi saat ini. Sehingga, mempermudah dalam pengambilan langkah selanjutnya.

"Saat ini, saran saya kepada semua perusahaan adalah setelah lebaran ini kita semua harus mulai melakukan refleksi," ujarnya dalam webinar Facing Post Covid-19 Business World, Sabtu (30/5/2020).

"Kita harus bertanya, siapa kita, bagaimana kita bekerja, dan bagaimana mengembangkan bisnis, ini kita harus refleksi dulu semuanya kita berada dimana. Nah setelah kita refleksikan, kita bisa memilih apa yang kita bisa lakukan, business recovery, atau kita lakukan renewing atau reinventing," jelasnya.

Dalam business recovery, Rhenald menjelaskan perlu adanya eksplorasi pola pikir untuk mencari peluang baru. Sementara untuk renewing & reinventing, Rhenald menjelaskan bahwa opsi ini berkaitan dengan pengembangan teknologi yang menunjang pekerjaan di masa mendatang.

"Business recovery itu artinya kita perbaiki mindset pegawai kita. Mindsetnya harus eksploratif. Kalau renewing itu bisnis yang sudah ada, yang dulunya biasa saja sekarang harus menggunakan IoT," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Jangan Salahkan Pandemi

Setelah melakukan refleksi, dan memilih opsi yang paling sesuai dengan kondisi- antara business recovery, dan renewing & reinventing, selanjutnya adalah spending up digital technology.

Sehingga, lanjut Rhenald, ke depannya agar jangan sampai menyalahkan pandemi untuk kemerosotan bisnis. Namun harus lebih dimengerti bahwa yang terjadi saat ini adalah pertarungan di pasar global, yang dibarengi dengan percepatan teknologi digital yang memungkinkan terjadinya perubahan dalam waktu singkat.

"Jadi jangan sampai menyalahkan ini gara-gara Covid-19, tapi ini adalah karena kita bertarung dengan pelaku usaha global," tutup dia.