Sukses

Cerita Dahlan Iskan Gagal Jadikan Indonesia Raja Durian Kalahkan Thailand

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, kemampuan ekspor BUMN sangat memalukan. Padahal ekspor menjadi senjata yang sangat diperlukan oleh negara untuk memajukan perekonomiannya.

Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan negara lain dalam memproduksi komoditas ekspor. Salah satunya perkebunan durian yang diyakini bisa melejitkan ekspor Indonesia karena tidak bisa diproduksi di semua negara.

"Karena itu, waktu itu saya menyampaikan bahwa kita harus membuat perkebunan durian 5.000 hektare, perkebunan pisang 5.000 hektare. Pokoknya buah tropis harus menjadi andalan Indonesia. Karena negara negara maju mereka umumnya 4 musim dan tak bisa memproduksi buah tropis," ujarnya melalui Video Conference, Jakarta, Senin (18/5/2020).

"Pendapatan mereka tinggi-tinggi, berarti konsumsi buahnya sangat tinggi. Karena orang yang pendapatannya tinggi cenderung menjaga kesehatan lebih baik dan cenderung menganggap buah adalah salah satu bagian untuk menjaga kesehatan itu," sambung Dahlan Iskan.

 

2 dari 2 halaman

Menanam Durian

Ketika masih menjadi menteri, Dahlan sempat membuat program menanam durian. Namun tiga tahun kemudian program tersebut gagal dan investor mengambil alih perkebunan tersebut. "Sudah ditanam beribu-ribu perkebunan buah tropis di Jawa Barat, tapi saya dengar 3 tahun kemudian banyak rusak," jelasnya.

Ke depan, durian diharapkan bisa menjadi komoditas unggulan untuk mengalahkan ekspor negara lain seperti China. Sebab negara tersebut merupakan penikmat durian yang kini mengandalkan Thailand untuk memasok buah yang memiliki ciri khas wangi unik tersebut.

"Jadi kita diserbu barang-barang konsumsi dari Tiongkok, tetapi kita harus bisa menyerbu Tiongkok dengan buah tropis. Di sana itu sekarang orang mulai gila makan durian. Tetapi memang durian yang terkenal dari Thailand dan sekarang dari Malaysia. Bermiliar-miliar durian diperlukan di sana meskipun yang berjasa menduriankan Tiongkok itu sebenarnya Thailand," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com