Sukses

Miliarder Ini Temukan Solusi Atasi Krisis Air Bersih di Gaza

Liputan6.com, Jakarta Miliarder Michael Mirilashvili yakin telah menemukan solusi untuk mengatasi krisis air di Jalur Gaza. Watergen, perusahaan miliknya berencana mengirimkan ratusan generator yang menghasilkan air minum dari udara tipis.

Sebagai permulaan, perusahaan itu pada pekan lalu mengirimkan mesin tersebut ke Rumah Sakit Gaza. Sebuah kasus langka bila melihat hubungan antara Israel dan Palestina di wilayah yang dikuasai Hamas.

Dalam sebuah wawancara bersama The Associated Press, Mirilashvili mengatakan ke depan ingin lebih banyak mengirimkan generator air ke Gaza.

"Karena mereka tetangga kita, dan kita sangat sedih melihat mereka menderita akibat krisis air yang parah," ucap Mirilashvili seperti dikutip dari VOA News, Jumat (8/5/2020).

Pernyataan tersebut dikeluarkannya beberapa hari pasca mesin yang dikirimkannya terpasang di atap Pusat Medis Al-Rantisi di Kota Gaza. Setelahnya, generator itu kini mulai memproduksi air dingin dan air bersih untuk bangsal kanker anak di rumah sakit.

Sebagai informasi, mayoritas rumah tangga di Gaza membeli kebutuhan airnya dari vendor swasta yang memfiltrasi air pada stasiun berskala kecil.

Para ahli memperingatkan bahwa air tersebut tidak murni, dan UNICEF memperkirakan sebanyak dua pertiga dari air tersebut telah terkontaminasi pada saat dikirimkan.

 

2 dari 2 halaman

Sistem Kerja Mesin

Adapun generator yang dikirimkan Watergen merupakan sebuah perangkat listrik. Namun mengingat kondisi di Gaza yang selalu berkecamuk, mesin tersebut nantinya akan dipasangkan ke panel solar. Pada musim dingin, perangkat juga dapat dicantolkan pada catu daya konvensional.

Mesin yang dikirimkan ke Rumah Sakit Gaza memiliki model sedang dan dapat menghasilkan sekitar 800 liter, atau 200 galon air sehari.

Watergen mengklaim, generator terbesarnya mampu menyediakan air minum bersih untuk ribuan orang. Perusahaan juga telah mengembangkan generator versi terbaru untuk konsumen rumahan.

Mirilashvili menyampaikan, sebelum mengirimkan donasi tersebut, dirinya harus bergulat dengan birokrasi militer Israel yang mengontrol Gaza. Dia menambahkan, buruh lebih dari setahun untuk mendapat izin mengirimkan mesin pertama milik Watergen ke Gaza.

"Israel menyatakan blokade diperlukan untuk mencegah Hamas mempersenjatai diri. Jadi ada pemeriksaan kargo untuk masuk ke sana, dan dipastikan tidak untuk kepentingan militer," terang dia.

Setelah memperileh izin, Mirilashvili percaya prosedur pengiriman selanjutnya akan lebih mudah, sehingga ia dapat mendistribusikan cukup generator untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah Gaza dalam waktu setahun.

"Generator tersebut masing-masing dapat menelan biaya hingga puluhan ribu dolar. Kami siap menjual perangkat tambahan ke Gaza dengan diskon besar," tutup Mirilashvili.