Setop Sementara Skytrain hingga Tahan Belanja, Cara AP II Optimalkan Operasi di Tengah Pandemi

Penghematan biaya operasional ini untuk memastikan bandara tetap beroperasi untuk menjaga konektivitas transportasi udara nasional.

Diperbarui 04 Mei 2020, 09:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta

 

Penghematan Lain

Di samping listrik, bandara AP II juga melakukan penghematan penggunaan air bersih hingga 60 persen, penghematan penggunaan kendaraan operasional di kawasan bandara baik sisi udara maupun sisi darat, serta penghematan di fasilitas non-prioritas. 
 
Lalu yang tak kalah penting, diterapkan juga penghematan yang sangat ketat pada pos belanja modal (capital expenditure/capex), di mana capex hanya akan digunakan untuk kebutuhan yang dinilai sangat dibutuhkan dengan memperhitungkan situasi dan kondisi saat ini. 
 
Penghematan capex ini juga mencakup porsi yang sebelumnya direncanakan untuk pengembangan di bandara-bandara Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara (KSP BMN) yaitu Radin Inten II (Lampung), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Fatmawati Soekarno (Bengkulu) dan Tjilik Riwut (Palangkaraya).
 
 
 
 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6