Sukses

Rupiah Diprediksi Terus Tertekan hingga Corona Mereda

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah pada perdagangan Senin  (16/3), bahkan rupiah tembus ke level 15.000 per dolar AS.

Menurut Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, melihat bahwa sentimen terhadap rupiah masih belum membaik, hal itu disebabkan asset-aset berisiko masih tertekan, ditambah Kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah corona masih tinggi.

“Semalam walstreet jatuh dalam lebih dari 12 persen. Tapi Pagi ini indeks Nikkei bergerak positif, S&P Futures juga demikian. Mungkin berita persiapan stimulus dari pemerintah AS membantu mengangkat sentimen sebagian pelaku pasar,” kata Ariston kepada Liputan6.com, Selasa (17/3/2020).

Selain itu, menurutnya saat ini pemerintah AS masih bernegosiasi dengan Senat untuk menggelontorkan paket stimulus yang lebih besar.  Begitupun dengan pemerintah Selandia Baru, yang juga merilis stimulus NZD 12,1 miliar pagi ini, serta Bank Sentral Australia juga mempersiapkan stimulus moneter lanjutan.

Rupiah masih berpotensi tertekan karena kekhawatiran penyebaran corona namun sentimen stimulus AS bisa membantu menahan pelemahan rupiah, potensi USD-IDR yakni kisar Rp 14800- Rp15100,” ujarnya.

Ariston memperkirakan rupiah akan terus tertekan hingga pasar masih menunggu stimulus dari Pemerintah AS yang akan dirilis beberapa hari ini, apabila besar stimulusnya dan sesuai ekspektasi, memungkinkan sentimen positif bisa datang lagi ke pasar keuangan.

Ia juga menyebutkan kalau Rupiah akan mendekati level tertinggi seperti pada oktober 2018, saat itu rupiah  berada di level Rp 15.217 per dollar AS. “Ada resisten kuat yang dekat yaitu di kisaran Rp 15270,” ungkapnya.

Kendati begitu, ia mengingatkan kembali bahwa rupiah akan kembali menguat setelah kekhawatiran penyebaran corona mereda, dan stimulus pemerintah AS dan global melebihi ekspektasi pasar. Ia juga berharap ke depannya rupiah bisa terus stabil.   

2 dari 3 halaman

Ikuti Pelemahan Mata Uang Dunia, Rupiah Sentuh 15.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah pada perdagangan Senin ini. Bahkan rupiah tembus ke level 15.000 per dolar AS.

Mengutip Kurs Reuters, Senin (16/3/2020), rupiah pda sore pukul 17.00 WIB berada di posisi 15.019 per dolar AS. Sedangkan berdasarkan Bloomberg, rupiah berada di posisi 14.932 per dolar AS. Sepanjang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.705 per dolar AS hingga 14.968 per dolar AS.

Menurut Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah berada di posisi 14.818 per dolar AS.

"Pasar kurang merespons surplus neraca perdagangan karena saat ini pemerintah sedang fokus penanganan virus Corona yang sudah merebak di seluruh negeri sehingga perlu penanganan yang serius dari pemerintah," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dikutip dari Antara.

Dari eksternal, The Fed mengejutkan pelaku pasar dengan mengumumkan penurunan suku bunga acuan. Tidak main-main, Gubernur The Fed Jerome Powell dan kolega memangkas Federal Funds Rate 100 basis poin menjadi 0-0,25 persen, terendah sejak 2015.

Seyogyanya rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Commitee/FOMC) baru berlangsung pada 17-18 Maret 2020 mendatang. "Sepertinya kondisi begitu genting sehingga The Fed tidak bisa menunggu lagi," ujar Ibrahim.

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini tidak sendiri. Beberapa mata uang negara lain juga melemah terhadap dolar AS. Beberapa diataranya rupe India yang melemah 0,49 persen, dolar Singapura yang melemah 0,45 persen, dan yen Jepang yang turun 2,01 persen.   

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Robot Khusus untuk Bantu Orang Lumpuh Berjalan
Loading
Artikel Selanjutnya
Optimisme Pelaku Usaha Waralaba di Tengah Wabah Corona
Artikel Selanjutnya
Social Distancing Jadi Pilihan Lebih Bijak Dibanding Lockdown