Sukses

Harga Emas Diprediksi Terus Melambung Akibat Wabah Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas diprediksi akan terus bertahan di level lebih dari USD 1.600, di mana harga tersebut merupakan level tertinggi dalam 7 tahun terakhir.

Dikutip dari Kitco, lonjakan harga emas ini dipicu oleh kekhawatiran akan dampak ekonomi global akibat wabah virus corona.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga emas ditutup pada level terbaik dalam enam bulan terakhir di mana harga emas berjangka Comex April diperdagangkan pada USD 1.647,20, naik 1,65 persen.

Perhatian pasar adalah pada kesehatan ekonomi, penyebaran virus corona di luar China, dan potensi kejatuhan ekonomi global dari virus.

Saham AS dijual karena para pedagang mencerna serentetan berita ekonomi negatif, termasuk penjualan mobil China jatuh 92 perseb pada Februari, kasus virus corona melonjak di Korea Selatan dan Jepang, dan angka PMI kilat yang mengecewakan keluar dari AS.

"Sepertinya suasana yang kami harapkan akan terjadi beberapa minggu lalu terjadi minggu ini," ungkap Kieran Clancy, Asisten Ekonom Komoditas di Capital Economics.

"Ada banyak tajuk utama di sekitar perusahaan yang melaporkan keuntungan mereka di kuartal I karena virus di dalam dan di luar China," lanjut dia.

2 dari 3 halaman

Incar Level Baru

Harga emas diprediksi akan tetap berada di level tertinggi dan adanya kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat.

“Itu terlihat cukup kuat untuk saat ini, berdasarkan grafik. Kami mengalami level tertinggi yang leha dicapai sekitar USD 1.613, yang dicapai pada awal Januari,”kata Edward Meir, analis di ED&F Man Capital Markets.

Dalam hal level emas berikutnya, Meir memperkirakan harga emas mencapai USD 1.700 sebagai target jangka pendek berikutnya.

Goldman Sachs merilis laporan pada Kamis pekan, memperingatkan investor akan ada koreksi 10 persen pada perdagangan saham 

Meir melihat hal tersebut sebagai penurunan yang besar untuk saham. Dia mencatat jika akurat, emas akan lebih baik lagi.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading