Sukses

Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kurang 1 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembebasan lahan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung pada Januari 2020. Pembebasan lahan proyek tersebut menyisakan hanya tinggal sekitar satu persen saja.

"Tinggal sedikit saja makanya ditargetkan akhir pertengahan Januari selesai sudah," kata Budi Karya seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/12/2019). 

Budi Karya mengatakan pembebasan lahan harus bisa rampung bulan depan agar konstruksi bisa berjalan dengan baik dan mencapai target untuk bisa beroperasi pada 2021.

Ia juga mengapresiasi langkah tegas Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang memberikan dukungan penuh dalam proses pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Dan menurunkan tim untuk melakukan pembebasan tanah," katanya.

Budi menambahkan, pihaknya menyambut positif inisiatif pemerintah dan PT KAI (Persero) yang akan membuat akses dari Tegalluar hingga ke Kota Bandung untuk memfasilitasi pengguna layanan kereta cepat Jakarta-Bandung nantinya.

Meski demikian, Budi Karya tak menjelaskan lebih rinci soal rencana perpanjangan lintasan kereta tersebut.

"Saya pikir ini suatu yang baik, KAI bersama pemerintah juga akan membuat jalan dari Tegalluar ke Bandung kota. Nanti ada jalan kereta double track, sehingga orang yang dari Tegalluar bisa ke (pusat) kota," katanya.

2 dari 3 halaman

Jokowi Targetkan Proyek Kereta Cepat dan LRT Rampung 2021

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau perkembangan proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Lintas Rel Terpadu (LRT) wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek). Jokowi meninjau dua proyek tersebut dari atas Tol Layang Jakarta-Cikampek, tepatnya di KM 16 arah Jakarta.

Jokowi menargetkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan LRT tahap I Jabodebek dapat rampung pada akhir 2021. 

"(Kereta cepat) investasi USD 6 miliar dan akan diselesaikan Insyaallah akhir 2021. LRT investasi Rp29 triliun dan akan selesai 2021 akhir," ujar Jokowi usai peninjauan di Tol Layang Jakarta-Cikampek, Kamis (12/11/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa dua proyek itu nantinya akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Misalnya, dengan statiun dan LRT di Halim Perdanakusuma Jakarta.

"Saya minta gubernur DKI (Anies Baswedan) link-kan ke situ sehingga semuanya terintegrasi," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: