Sukses

Jadi Asisten Miliarder, Wanita Ini Hidup Mewah Keliling Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Apa pekerjaan impian Anda?. Mungkin menjadi staf ahli di perusahaan multinasional atau expert di profesi tertentu. Ternyata di dunia ini, ada satu pekerjaan yang mungkin lowongannya sangat minim namun ketika sudah diterima, Anda bisa hidup enak tanpa khawatir.

Ya, asisten miliarder. Biasanya, miliarder yang suka bepergian ke luar negeri untuk mengurus bisnis butuh asisten yang bisa mengurus keperluan sehari-hari.

Dan, salah satu orang yang beruntung bisa bekerja menjadi asisten miliarder adalah seorang wanita bernama Tyanna De Asssi.

Mengutip laman Daily Mail, Rabu (13/11/2019), wanita ini menjadi asisten Matthew Lepre, miliarder asal Sydney, Australia yang beberapa waktu memang sedang mencari asisten.

Lowongan menjadi asisten Matthew menyebutkan, sang miliarder butuh asisten dengan gaji USD 50 ribu per tahun dan ikut keliling dunia bersama majikannya.

Ternyata, Matthew memilih influencer media sosial dengan 26 ribu pengikut tersebut.

Layaknya miliarder, Tyanna juga ikut-ikutan punya gaya hidup yang mewah. Dirinya memakai gaun mahal, menumpangi mobil mewah dan lainnya.

Sebelumnya, wanita berambut pirang ini juga tidak menyangka bisa mendapatkan pekerjaan unik ini. Dia pun membagikan rahasia mengapa dirinya bisa dipilih, yaitu dengan "menjual" dirinya sekreatif dan seunik mungkin.

Matthew sendiri ternyata bergaji USD 120 ribu per bulan berkat bisnis e-commercenya. Pasti, dia tidak bakal memilih sembarang orang untuk jadi asisten pribadinya. Anda ikut tertarik menjadi asisten pribadi miliarder?

2 dari 2 halaman

Kisah Zhang Yiming, Miliarder China di Balik Kesuksesan TikTok

Popularitas TikTok tidak hanya memberikan hal baru di dalam media sosial, tetapi kehadiran TikTok juga membawa kekayaan bagi sebagian orang.

Zhang Yiming, insinyur perangkat lunak TikTok yang berusia 35 tahun sukses, mendirikan perusahaan induk yang memiliki kekayaan sebesar USD 16 miliar atau Rp 224 triliun (1 USD = Rp 14.040).

Zhang menempati posisi ke-13 untuk orang terkaya di China dalam Billionaires Index menurut Forbes. Walaupun ia dinobatkan sebagai orang terkaya ke-13 di China, Zhang merupakan pribadi yang jarang diketahui banyak orang.

Seperti melansir dari Business Insider, Senin (11/11/2019), Zhang lulus dari Universitas Nankai pada 2005, pada saat itu ia belajar mikroelektronika sebelum akhirnya beralih ke jurusan teknik perangkat lunak.

Ia sempat bekerja sebagai karyawan di ByteDance dan ia mengaku menghargai pekerjaan itu karena telah mengajarinya keterampilan akan sistem penjualan yang kemudian terus ia kembangkan dalam perusahaan tersebut.

Zahng juga sempat bekerja di Microsoft sebelum ia bekerja di ByteDance. Dikabarkan ByteDance sekarang bernilai USD 75 miliar dan menjadikannya perusahaan swasta paling besar di dunia, berkat kehadiran dirinya.

Pengalaman yang dimiliki Zhang, membuat dirinya percaya diri untuk membangun perusahaannya sediri, yaitu TikTok. Sekarang TikTok merupakan aplikasi non gaming nomor satu di Amerika.

TikTok merupakan salah satu aplikasi paling populer di kalangan remaja dan telah diunduh lebih dari satu miliar kali. Di China sendiri, TikTok diberi nama Douyin.

"Untuk waktu yang sangat lama, saya hanya menonton video TikTok tanpa membuat sendiri, karena ini adalah produk yang diutamakan untuk kaum muda," jelas Zhang.

Zhang membagikan gaya kepemimpinannya, yaitu "bersuara lembut namun karismatik, logis namun bergairah, muda namun bijaksana," kata Zhang.

Zhang berharap aplikasi buatannya akan terus tumbuh di luar negeri. Ia juga berharap aplikasinya akan terus berjalan tanpa batas seperti Google.