Sukses

Kalahkan Negara Tetangga, Jokowi Tetap Harus Bangun Infrastruktur

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap harus melaksanakan pembangunan infrastruktur di periode kedua pemerintah. Mengingat pentingnya infrastruktur bagi Indonesia.

Mantan Menteri Perdagangan ini mengakui bahwa Presiden Jokowi telah menyatakan bahwa pembangunan SDM akan menjadi fokus periode kedua. Namun, Thomas Lembong berpandangan pembangunan infrastruktur tetap diperlukan.

"Tentunya kita tidak bisa melamban, meskipun Presiden sudah mengumumkan fokus periode kedua human capital jadi dari keterampilan, vokasi sampai literasi," kata dia, di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (7/10/2019).

"Meskipun demikian, infrastruktur harus, bukan hanya jalan terus tapi bahkan kalau bisa diakselerasi lebih cepat," lanjut dia.

Dia menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur diperlukan sebagai modal untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Menurut dia, selama 5 tahun terakhir pemerintah gencar membangun infrastruktur.

"Meskipun kita sudah banyak kemajuan-kemajuan dengan tersambungnya jalan tol Transjawa, banyak perluasan dan modernisasi terminal di berbagai bandara, perpanjangan runway," ungkapnya.

Namun jika menilik posisi daya saing infrastruktur, Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangga. "Kalau dilihat dari posisi saing kita dibandingkan negara tetangga kita masih belum sepenuhnya mengejar ketertinggalan. Jadi bandingkan misalnya Malaysia, Thailand, Vietnam," imbuhnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 dari 3 halaman

Menko Darmin: Pembangunan Infrastruktur Indonesia Belum Cukup

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) mengungkapkan peringkat Indonesia dalam pembangunan infrastruktur dunia mengalami kenaikan pada 2018. Indonesia saat ini tercatat berada pada peringkat ke 52 pada 2018 atau naik 30 peringkat dari posisi sebelumnya pada 2010.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyebutkan meski peringkat sudah naik namun pencapaian tersebut masih belum memuaskan. Bahkan, Indonesia sudah tertinggal dibandingkan negara lainnya.

"Setelah terjadi kenaikan tingkat infrastruktur, tentu capaian tersebut sangat memengaruhi kinerja logistik. Tampak indeks logistik perform kita membaik cukup signifikan antara 2010-2018. Meski begitu tentu saja kita masih perlu membangun infrastruktur baru karena belum cukup," kata Menko Darmin, di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, pada Rabu 2 Oktober 2019. 

Menko Darmin memaparkan data World Bank, pada 2012 stok aset infrastruktur Indonesia hanya sebesar 38 persen dari PDB, jauh di bawah rata-rata global sebesar 70 persen PDB. Saat ini pemerintah berupaya untuk membuat transformasi ekonomi melalui percepatan pembangunan infrastruktur.

"Kami mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional meliputi (PSN) dan Proyek Prioritas," ujarnya,

Menko Darmin menegaskan pembangunan infrastruktur logsitik harus terus dibangun. Misalnya jalan, bandara, dan pelabuhan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
MUI Tak Akan Panggil Sukmawati Soekarnoputri Terkait Dugaan Penistaan Agama
Artikel Selanjutnya
DPR dan Pemerintah Sepakat Bahas RUU Pertanahan Januari 2020