Sukses

Waskita Beton Raih Kontrak Baru Rp 3,29 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp 3,29 triliun atau sekitar 31,7 persen dari target nilai kontrak baru 2019.

Direktur Utama Waskita Beton Jarot Subana menyatakan, perolehan ini telah melampaui target dari strategi yang dilaksanakan WSBP pada tahun ini, dimana perusahaan akan memperluas pasar eksternal sebesar minimal 40 persen.

"Perusahaan masih memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh di Indonesia dan peluang pasar di Indonesia masih besar maka kami fokus untuk menangkap peluang tersebut," ungkap dia di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Adapun kontrak baru yang berasal dari pasar eksternal ini juga memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Porsi perolehan nilai kontrak baru dari pasar eksternal tersebut tercatat sebesar 48,19 persen, lebih tinggi dari porsi perolehan sepanjang 2018 yang sebesar 36,41 persen.

Perolehan nilai kontrak baru ini berasal dari beberapa proyek besar, antara lain Addendum Proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Seksi 2 dan 3, proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Ramp on and off, serta proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 2A.

Selanjutnya, proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, Apartemen Tokyo-Agung Sedayu Grup, Bendungan Luwikeris, PLTGU Tambak Lorok, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Bandara Sultan Hasanuddin.

Di samping itu, perusahaan juga tetap menjaga sinergi dengan grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis dan inovasi pengembangan produk baru, seperti tiang listrik beton, bantalan rel kereta api tipe 1067, precast gedung dan façade, serta menginisiasi kerjasama dengan perusahaan global yang tengah beroperasi di Indonesia.

 

2 dari 4 halaman

Waskita Karya Peroleh Untung Rp 1 Triliun di Semester I 2019

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (kode saham: WSKT) pada semester I 2019 mencatatkan laba bersih Rp 1,01 triliun dengan net margin 6,85 persen.

Selai itu, Waskita Karya pada semeste I 2019 memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp 8,18 triliun, meningkat dibandingpada periode sama sebesar Rp 7,65 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut ditopang oleh perolehan sejumlah proyek besar, antara lain Bandara Juanda di Jawa Timur Rp 623 miliar, Masjid Istiqlal di DKI Jakarta Rp 423 miliar, Bandara Hasanudin di Sulawesi Selatan Rp 422miliar, Jalan Tol Becakayu (A. Yani) di Jawa Barat senilai Rp 773 miliar, Rest Area Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar di Lampung senilai Rp 343 miliar dan Revitalisasi Olahraga Pelajar Ragunan di DKI Jakarta senilai Rp 381 miliar.

Waskita juga menargetkan penerimaan arus kas masuk di 2019 sebesar Rp 40 triliun, termasuk di dalamnya dari proyek turnkey yang penyelesaian proyeknya di bulan Oktober 2019 sebesar Rp 26,85 triliun.

"Adapun ealisasi proyek tersebut sampai dengan semester I sebesar Rp 7,49 triliun yang diperoleh dari beberapa pembayaran proyek tol, diantaranya proyek Tol Cisumdawu, proyek Tol Pemalang - Batang Paket 4 dan proyek Tol Bakauheni - Terbanggi Besar," kata Sekretaris Perusahaan Shastia Hadiarti kepada wartawan, Kamis (1/8/2019).

Waskita Karya dalam upaya melakukan reorientasi dalam menjalankan proses bisnisnya dengan menghadirkan revolusi digital 4.0., saat ini tengah merancang dan mengimplemetasikan Waskita Integrated Digital Enterprises (WIDE).

3 dari 4 halaman

Mengedepankan Pronsip GCG

Melalui WIDE diharapkan system, application, and product (SAP) di Waskita akan dapat berkontribusi pada peningkatan sinergi, konsolidasi, efektivitas, serta mendukung optimalisasi dan efektivitas proses bisnis dengan selalu mengoptimalkan nilai tambah bagi seluruh stakeholder.

Selain itu sebagai bentuk komitmen PT Waskita Karya (Persero) Tbk dalam menjalankan proses bisnisnya tetap berpedoman pada tata kelola perusahaan yang baik dan professional.

Tidak hanya itu, Perseroan juga selalu mengedepankan aspek Quality, Health, safety, dan Environment dalam mendukung percepatan pembangunaninfrastruktur di Indonesia dengan standar operasional bermutu tinggi berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pembangunan Infrastruktur di Daerah Masih Bergantung dari APBN
Artikel Selanjutnya
Dana Asuransi Jiwa Siap Modali Proyek Infrastruktur