Sukses

Layanan BUMN di Manokwari Berjalan Normal

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan aktivitas dan layanan BUMN di Manokwari dan beberapa wilayah Papua berjalan dengan baik. Meskipun ada beberapa kantor-kantor BUMN yang mengalami kerusakan atau dihentikan aktivitasnya sementara hingga situasi kondusif.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Jasa Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo menyusul kondisi yang terjadi di Manokwari, Provinsi Papua Barat pada Senin (19/08/2019).

"Kami memastikan aktivitas BUMN di Manokwari dan kota-kota di Papua berjalan baik. BUMN tetap menjaga pelayanan, terutama yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik, saluran telkomunikasi, pasokan BBM, layanan perbankan dan pelayanan transportasi dan lain-lain,” ungkap Gatot dalam keterangannya, Selasa (20/8/2019).

PT PLN (Persero) melaporkan, pasokan listrik pada sistem Sorong dan Manokwari saat ini aman. Semua penyulang dalam kondisi normal meski sebelumnya tadi sempat ada penyulang express dilepas karena ada aksi pembakaran di bawah jaringan, namun  tidak ada pengurangan beban.

Saat ini beban puncak Sorong sebesar 35 megawatt (MW) dengan daya mampu 50 MW. Sementara itu beban puncak di Manokwari dengan daya mampu 17, 6 MW Beban puncak malam 23 MW karena ada penyulang yang sedang diperbaiki.

 

2 dari 4 halaman

Layanan Pertamina

Sementara itu, PT Pertamina (Persereo) melaporkan ketahanan stok BBM di Terminal BBM Jayapura, Terminal BBM Manokwari, DPPU Sentani dan DPPU Rendani dalam kondisi baik dan aman. Untuk mencukupi kebutuhan BBM wilayah Jayapura, Terminal BBM Jayapura melakukan penyaluran BBM ke lembaga penyalur dengan jadwal lebih awal untuk mencegah terhambatnya akses jalan ke SPBU wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura. 

Penyaluran menuju wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura untuk Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sentani untuk sementara dihentikan sampai kondisi kembali kondusif. Adapun ketahanan stok avtur di DPPU Sentani dalam kondisi baik dan aman.

Sementara itu, stok BBM di lembaga penyalur/SPBU di Manokwari terpantau dalam kondisi aman namun aktivitas penyaluran BBM di Manokwari sampai saat ini masih terhambat dengan adanya terblokirnya jalan di dua titik akses dari dan menuju Terminal BBM Manokwari.

Pertamina mengupayakan penyaluran dapat terus dilakukan khususnya untuk kebutuhan masyarakat di lembaga penyalur SPBU, DPPU Rendani, serta PLTD Andai dan PLTD Sanggeng. Dapat disampaikan bahwa ketahanan stok DPPU Rendani, PLTD Andai dan PLTD Sanggeng dalam kondisi baik dan aman.

Pertamina juga terus memantau kondisi untuk melakukan penyaluran BBM. Untuk menjaga keamanan di Terminal BBM saat ini terdapat personil kepolisian di Terminal BBM baik di Jayapura maupun di Manokwari. Selain itu, Pertamina telah berkordinasi dengan TNI untuk penambahan pengamanan sampai situasi kembali aman dan kondusif.

 

3 dari 4 halaman

Layanan Telkom

Dalam layanan komunikas, PT Telkom Indonesia melaporkan perangkat telekomunikasi TelkomGroup seperti jaringan backbone dan jaringan akses dalam kondisi aman. Layanan telekomunikasi baik Telkom maupun Telkomsel tetap berjalan normal. Meskipun layanan Telkomsel sempat mengalami gangguan di sejumlah titik lokasi beberapa saat dikarenakan adanya pemadaman listrik di Manokwari dan Sorong, namun layanan sudah kembali normal.

Saat ini karyawan dalam kondisi siaga mengamankan perangkat dan layanan TelkomGroup dengan memastikan ketersediaan cadangan bahan bakar dan catuan listrik. Perseroan juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

Kondisi gedung kantor dan area pelayanan pelanggan dalam kondisi aman. Namun demikian kantor pelayanan seperti Plasa dan Grapari Telkom Group di kota Jayapura, Sorong dan Manokwari sementara tidak beroperasi. Akan tetapi pelayanan secara online beroperasi normal melalui aplikasi MyIndiHome dan MyTelkomsel.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Istana Sebut Ahok Tak Perlu Keluar dari PDIP Jika Jadi Bos BUMN, Ini Alasannya
Artikel Selanjutnya
Punya Latar Belakang Geologi, Ahok Lebih Cocok Masuk Pertamina