Sukses

Produksi Nikel Vale di Kuartal II 2019 Turun

Liputan6.com, Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk mencatat, total produksi nikel dalam matte pada Kuartal II 2019 mencapai 17.631 metrik ton. Angka tersebut lebih rendah dibanding capaian produksi pada periode yang sama 2018.

Produksi nikel dalam matte Vale kuartal II 2019 sebesar 17.631 ton, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 18.893 ton, produksi nikel matte mengalami penurunan.

"Secara year-on-year, produksi di kuartal II 2019 sekitar 7 persen lebih rendah dibandingkan dengan produksi di kuartal II 2018‎," kata Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter, di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Sedangkan jika dibandingkan dengan produksi Kuartal I 2019 sebesar 13.080 ton. Volume produksi di Kuartal II 2019 sekitar 35 persen lebih tinggi, dibandingkan dengan volume produksi yang direalisasikan pada triwulan I 2019. ‎

“Produksi di kuartal II 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan produksi di kuartal I tahun 2019 di saat aktivitas pemeliharaan yang telah direncanakan selesai,” tuturnya.

Penurunan produksi nikel mate disebabkan oleh kombinasi adanya aktivitas pemeliharaan yang telah direncanakan terkait dengan Larona Canal Relining, penghentian operasi pabrik dan masalah-masalah di tanur listrik yang tidak terencana pada 2019.

“Kami optimis dapat mencapai target produksi 2019 sekitar 73.000 t," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Antam Minat Beli 20 Persen Saham Vale

PT Aneka Tambang (Antam) berminat untuk mengakuisisi saham PT Vale Indonesia sebesar 20 persen. Sebagaimana diketahui setelah PT Freeport, Vale Indonesia juga diisukan akan melakukan divestasi saham.

Direktur Utama Antam Arie Prabowo ariotedjo mengatakan, rencana akuisisi tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah dan holding tambang untuk akusisi.

"Jadi katakan Vale ini masih dalam penjajakan tapi belum ada deal atau apa-apa. Antam siap saja kalau dapat amanah dari holding atau dari pemerintah atau kementerian untuk melakukan akuisisi daripada divestasi Vale," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (24/4/2019). 

Arie melanjutkan, perusahaan tertarik dengan misi menguasai cadangan tambang yang dimiliki oleh Vale. Namun, ada hal yang harus dipertimbangkan dengan matang termasuk mengenai harga yang ditawarkan oleh Vale nantinya.

"Tadi saya sampaikan semua kaitan dengan misi pertamanya industri pertambangan menguasai cadangan dan lain lain. Tentu Vale ini interesting, apapun yang sudah produksi ada ebitda itu interest," jelasnya.

"Tapi harus kita lihat dulu nih, Vale ini arahan dari pemegang share holder itu kemana penugasannya, apakah ke Antam apakah ke Inalum kita belum tahu. Yang kedua ini kan harus kita evaluasi juga seberapa jauh, harga yang di offer dan ketiga yang dijualkan hanya 20 persen yah, nah ini yang harus dipertimbangkan," tandasnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Tugaskan Inalum Akuisisi 20 Persen Saham Vale
Artikel Selanjutnya
Larangan Ekspor Nikel Dukung Pengembangan Mobil Listrik