Sukses

Barang Bawaan di Kereta Api Bakal Dibatasi? Ini Kata Kemenhub

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka kemungkinan untuk membuat kebijakan terkait pembatasan barang bawaan di atas kereta api. Gagasan ini muncul pasca Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub coba meninjau Stasiun Pasar Senen di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut sebut, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan, pihaknya menemukan adanya penumpang yang menenteng barang bawaan berlebih muatan. "Ada beberapa, tapi kita sebenarnya belum mengatur," ungkapnya, Minggu (2/6/2019).

Dia pun menyatakan, Kemenhub sebenarnya belum mewacanakan gagasan kebijakan pembatasan barang di kereta api secara gamblang. Namun, penumpang rupanya setuju atas inisiasi tersebut.

"Kalau ini kita batasi, ya mereka setuju-setuju saja. Tadi saya tanyakan ke penumpang, kalau ini kita batasi karena ini kan mengurangi space juga untuk yang lain. Kalau satu penumpang bawa satu sampai enam bagasi, yang lain jadi agak terbatas juga," urainya

"Tapi saya hanya memancing saja, kalau seandainya kita batasi, pada prinsipnya mereka enggak keberatan," dia menekankan.

Terkait jumlah penumpang kereta saat arus mudik, Zulfikri melanjutkan, Stasiun Pasar Senen tercatat bisa meraup volume angkutan tertinggi dibanding stasiun-stasiun lainnya.

"Tadi kita coba melihat, sebenarnya rutin juga, hampir setiap hari kita melihat pelayanan penumpang. (Stasiun) Senen ini memang paling tinggi lah jumlah penumpang kereta api," pungkas dia.

2 dari 4 halaman

Waspadai Perlintasan Kereta Liar, PT KAI Daops 1 Perketat Penjagaan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 1 Jakarta mewaspadai 290 perlintasan liar yang rawan kecelakaan. Sebanyak 122 personil keamanan internal dikerahkan untuk menjaga perlintasan.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa mengatakan, pihaknya memberikan pengamanan tambahan, khususnya untuk perlintasan liar yang rawan. Misalnya perlintasan Timur dan Barat. 

"Itu dari Bekasi sampai dengan Cikampek. Kemudian ada juga untuk lintas Barat dari Rangkasbitung sampai dengan Merak seperti itu," terang dia di Stasiun Pasar Senen, Jumat, 31 Mei 2019.

Eva menyatakan, pihaknya akan menambah penjagaan di sejumlah titik perlintasan kereta apiyang selama ini kurang penjagaan.

"Ya karena tidak dari Kementerian Perhubungan. Makanya kita juga berkoordinasi dengan DJKA (Direktorat Jenderal Perkeretaapian) terkait perlintasan liar ini," terang dia.

Tercatat dari 472 perlintasan di area Daops 1 Jakarta. 290 diantaranya itu adalah perlintasan liar. Sementara 186 perlintasan resmi.

"Nah perlintasan resmi yang dijaga oleh PT KAI ataupun pihak swasta lainnya," tutup dia.

3 dari 4 halaman

PT KAI: Puncak Arus Mudik di Stasiun Pasar Senen Berlangsung Jumat Kemarin

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa memprediksi puncak arus mudik di Stasiun Pasar Senen akan berlangsung  sejak Jumat pagi (31/5/2019).

Eva mencatat sejak tanggal 26 Mei 2019 sampai 31 Mei 2019 telah memberangkatkan 141.178 penumpang. 

"Memang peningkatannya cukup banyak," kata dia di Stasiun Senen, Jumat (31/5/2019).

Menurut Eva sejumlah destinasi menjadi yang paling padat kunjungi oleh para penumpang kereta api, beberapa destinasi favorit di antaranya, untuk wilayah Jawa Barat yaitu Bandung dan Cirebon. Sementara, destinasi favorit di Jawa tengah yaitu Semarang, Solo, dan Kutoarjo.

"Kemudian untuk Jawa Timur banyak juga pengguna pergi menuju Surabaya, Jember, Madiun," ucap dia. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Menhub Budi Pastikan Penerbangan Indonesia-Wuhan Ditutup
Artikel Selanjutnya
Budi Karya Rombak Susunan Pejabat Eselon I di Kemenhub