Sukses

Bahan Baku Impor Dapat Jadi Acuan Tingkatkan Produk Lokal

Liputan6.com, Jakarta - National Chairman IFC Indonesia Fashion Chairman, Ali Charisma mengungkapkan, kehadiran bahan baku impor di sektor industri fesyen tak selalu berarti buruk.

Kehadiran produk impor juga memiliki dampak positif bagi perkembangan industri tekstil dalam negeri.

"Dengan adanya produk luar, standarnya sudah ketahuan. Kita ini cari yang paling terkini, yang produk lokal harus lebih baik dari itu secara kualitas maupun harganya," kata dia, saat ditemui, di JCC, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Dengan demikian, kata dia, kehadiran produk impor dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku industri tekstil untuk meningkatkan kualitas produknya. Dengan demikian kinerja industri tekstil dapat lebih moncer.

"Ada positif dan negatifnya. Sebenarnya kondisi tekstil Indonesia lagi agak lesu secara desain atau secara bisnis. Jadi produk impor ini bisa jadi acuan. Sekarang berkembang, tekstilnya ingin bangkit lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan, kehadiran bahan baku impor pada dasarnya membantu para desainer untuk mendapatkan bahan yang belum bisa diperoleh di dalam negeri.

"Desainer kreativitasnya tinggi. Dia ingin bikin sesuatu yang bagus. Nah untuk desain dari kain sendiri kadang di dalam negeri tidak ada. Kemudian yang jadi masalah dalam negeri kalau mau beli sedikit itu agak susah. Kalau impor itu lebih gampang," kata dia.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Upaya Pemerintah

Sedangkan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan impor bahan baku dan bahan penolong yakni dengan mendorong investasi.

"Tentu kalau namanya impor untuk Industri, namanya bahan baku dan bahan penolong. Nah ke depan tentu yang kita kejar adalah ekspor kita genjot," ujar Airlangga.

"Nanti bahan bakunya kita kurangi impor. Mengurangi impor dengan investasi lagi. Makanya kita dorong subtitusi impor orientasi ekspor. Jadi itu adalah kebijakan nasional untuk mendorong industri," tandasnya.