Sukses

Wajib Tahu! Informasi Lengkap tentang Bea Cukai

Liputan6.com, Jakarta - Bea cukai, pasti Anda sudah sering mendengarnya, kan? Apalagi kalau habis liburan ke luar negeri pasti akan bertemu beberapa orang dari bea cukai memeriksa isi koper yang Anda bawa. Nah, sudah tahu belum apa sebenarnya bea cukai itu sendiri serta fungsi dan kebijakannya?

Kalau Anda sering ke luar negeri pasti tidak asing lagi dengan yang namanya bea cukai, kan? Jalan-jalan ke luar negeri sudah pasti seru. Anda bisa punya pengalaman baru dan bisa membuat pikiran lebih terbuka melihat lingkungan yang berbeda di masing-masing negara. Tapi tidak cuma itu, lo! Anda juga bisa mendapatkan barang-barang yang enggak dijual di Indonesia.

Ini sangat bagus untuk dijadikan lahan bisnis. Anda bisa buka jasa titip (jastip) usaha yang sedang marak dilakukan kaum milenial. Biasanya pelaku jasa titip mengambil untung sekitar 25-30 persen dari harga beli barang. Lumayan banget, kan?

Sebagai pelaku jasa titip, biasanya akan berurusan dengan bea cukai, karena barang-barang yang Anda beli dari luar negeri. Nah, sebelum memulainya Anda harus ketahui dulu apa sih sebenarnya bea cukai itu, serta fungsi dan kebijakannya. Simak ulasannya, seperti dikutip dari TunaiKita.

Bea Cukai: Pengertian, Fungsi, dan Kebijakan yang Harus Dipahami

Sebuah lembaga, pelaku bisnis perdagangan hingga masyarakat umum tentunya tahu kalau urusan ekspor impor atau impor barang sangat berkaitan erat dengan bea cukai atau dalam lembaga yang mengaturnya disebut kepabeanan.

Namun, tidak sedikit orang yang sering berurusan dengan bea cukai tidak mengetahui informasi mengenai bea cukai sendiri.

Agar pengetahuan Sobat semakin bertambah, simak ulasan bea cukai berikut yang sudah dirangkum dari laman resmi bea cukai, yuk!

1. Pengertian Bea Cukai

Lembaga Bea cukai ini bukanlah sebuah istilah yang memiliki satu pengertian, melainkan dua istilah yang juga memiliki pengertian yang berbeda.

Bea merupakan suatu tindakan pungutan dari pemerintah terhadap barang ekspor atau impor, sedangkan cukai merupakan pungutan negara kepada suatu barang yang memiliki sifat atau karakteristik yang sudah ditetapkan dalam Undang-Undang Cukai.

Jadi, bila bea cukai digabungkan memiliki pengertian suatu tindakan pungutan pemerintah terhadap barang ekspor dan impor serta suatu barang yang memiliki karakteristik khusus.

Nah, itulah mengapa untuk Anda yang ingin bisnis jasa titip sudah pasti akan berurusan dengan bea cukai. Karena membeli barang dari luar negeri yang berarti mengimpor barang-barang tersebut dan menjualnya.

2 dari 4 halaman

2. Kebijakan Ditjen Bea Cukai

Ditjen Bea Cukai menetapkan rangkaian peraturan untuk melaksanakan tugas dan fungsi utamanya dengan baik. Dalam tugasnya tersebut dilakukan atas Dasar Hukum Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 203/PMK.03/2017 Tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.

Bidang Ekspor

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang-Undang No. 16 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2008 tentang Pengenaan Bea Keluar Terhadap Barang Ekspor.

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 145/PMK.04/2007 jo. PMK No.148/PMK.04/2011 jo. PMK No. 145/PMK.04/2014 tentang Ketentuan Kepabeanan di Bidang Ekspor.

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.04/2008 jo. PMK No. 146/PMK.04/2014 jo PMK No. 86/PMK.04/2016 tentang Pemungutan Bea Keluar.

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 224/PMK.04/2015 tentang Pengawasan Terhadap Impor atau Ekspor Barang Larangan dan/atau Pembatasan.

6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.010/2017 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.

7. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-32/BC/2014 jo. P-07/BC/2009 jo. PER-18/BC/2012 jo. PER-34/BC/2016 tentang Pemberitahuan Pabean Ekspor.

3 dari 4 halaman

Bidang Cukai

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai yang telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan tersebut.

2. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 62/PMK.011/2010 tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman Yang Mengandung Etil Alkohol, Dan Konsentrat Yang Mengandung Etil Alkohol.

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.011/2009 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99/PMK.011/2010 tentang Perubahan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.011/2009 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

5. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-43/BC/2009 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau.

6. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Bea dan Cukai Nomor: P - 22/BC/2010 tentang Tata Cara Pemungutan Cukai Etil Alkohol, Minuman Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat Mengandung Etil Alkohol.

Dasar Hukum tersebut dipatuhi Ditjen Bea Cukai untuk melakukan perlindungan terhadap industri yang taat terhadap pajak maupun industri UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) hingga mengupayakan untuk melakukan penyeleksian ketat dan memusnahkan terhadap berbagai produk palsu, tidak resmi atau ilegal juga produk yang dilarang masuk ke negara Indonesia, seperti narkotika.

Pada September 2018, Ditjen Bea Cukai merubah aturan impor barang melalui e-commerce dengan menyesuaikan aturan nilai minimal pembebasan bea masuk (de minimis value) dan pajak dalam rangka impor (PDRI) terkait barang kiriman yang menurun menjadi USD 75 dari jumlah awal USD 100.

Perubahan ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112/PMK.04/2018 yang merupakan perubahan atas PMK Nomor 183/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman.

Hal ini dilakukan Ditjen Bea Cukai untuk menghindari adanya oknum-oknum yang melakukan kecurangan dengan splitting atau sengaja memecah barang impor ke banyak dokumen agar tidak terkena biaya pajak.

4 dari 4 halaman

Tugas dan Fungsi Utama Ditjen Bea Cukai

Adanya kebijakan yang sudah dibuat, maka tugas yang dilakukan Ditjen Bea dan Cukai, yaitu menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan, penegak hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan peraturan perundang-undangan.

Untuk itu, tugas dan fungsi bea cukai, diantaranya:

1. Meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri melalui pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran.

2. Mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif dengan memperlancar logistik impor dan ekspor melalui penyederhanaan prosedur kepabeanan dan cukai serta penerapan sistem manajemen risiko yang handal.

3. Melindungi masyarakat, industri dalam negeri dan kepentingan nasional melalui pengawasan dan/atau pencegahan masuknya barang impor dan keluarnya barang ekspor yang berdampak negatif dan berbahaya yang dilarang dan/atau dibatasi oleh regulasi.

4. Melakukan pengawasan kegiatan impor, ekspor dan kegiatan di bidang kepabeanan dan cukai lainnya secara efektif dan efisien melalui penerapan sistem manajemen risiko yang handal, intelijen, dan penyidikan yang kuat, serta penindakan yang tegas dan audit kepabeanan dan cukai yang tepat.

5. Membatasi, mengawasi dan/atau mengendalikan produksi, peredaran dan konsumsi barang tertentu mempunyai sifat dan karakteristik dapat membahayakan kesehatan, lingkungan, ketertiban dan keamanan masyarakat melalui instrumen cukai yang memperhatikan aspek keadilan dan keseimbangan, dan

6. Mengoptimalkan penerimaan negara dalam bentuk bea masuk, bea keluar dan cukai guna menunjang pembangunan nasional.

Jadilah Masyarakat Indonesia yang Taat Kebijakan

Anda tidak perlu khawatir lagi untuk melakukan jasa titip, selama sudah paham tentang kebijakan dan aturan yang berlaku pada bea cukai, maka urusan ekspor dan impor barang bisa dipastikan tidak akan mengalami kendala yang sulit. Bravo bea cukai!

Loading
Artikel Selanjutnya
Aturan Baru Impor Barang via E-Commerce Mulai Berlaku Akhir Januari 2020
Artikel Selanjutnya
Dirjen Bea Cukai Anggap Pengusaha Terima Cukai Rokok Naik di 2020