Sukses

Minat Masyarakat Pakai Pembayaran Lewat Aplikasi Makin Meningkat di RI

Liputan6.com, Jakarta - Visa Inc, perusahaan teknologi pembayaran global telah merilis sebuah studi yang melihat perkembangan pembayaran yang dilakukan masyarakat Indonesia. 

Rilisnya studi ini dihadiri oleh Presiden Direktur PT VISA Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman dan Shinta Dhanuwardoyo, Founder & CEO Bubu.com di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Studi yang menggunakan 500 sampel masyarakat Indonesia menyatakan semakin siap untuk menghadapi masa depan tanpa menggunakan uang tunai.

Selain itu, Visa juga menambahkan jika pertumbuhan mobile commerce di Indonesia semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dari 93 persen respondennya merasa semakin nyaman untuk melakukan pembayaran melalui ponsel menggunakan sebuah aplikasi bukan web browser. 

Namun, tingginya minat pengguna mobile commerce ini ternyata sembilan dari 10 respondennya masih merasa khawatir menggunakan mobile commerce ini karena takut informasi pribadinya saat bertransaksi tidak terjaga dengan aman.

Visa juga menyatakan jika pertumbuhan minat pembayaran menggunakan wearbles akan semakin tinggi jumlahnya mencapai 76 persen.

Penggunaan smartwatch lah yang akan banyak dipilih sekitar 53 persen. Hal ini karena smarwatch dinilai sebagai perangkat wearbles yang paling nyaman untuk dipakai pembayaran.

Tidak hanya itu saja, Visa juga menambahkan, masyarakat Indonesia juga berminat akan menggunakan teknologi biometrik untuk autentik pembayarannya dengan 60 persen responden menilai teknologi pemindai jari sebagai opsi paling nyaman dan aman.

 

2 dari 2 halaman

Masyarakat Indonesia Siap Bertransaksi Nontunai

Sebelumnya, Visa Inc. yang merupakan pemimpin pembayaran digital di dunia baru-baru ini merilis sebuah studi yang menyatakan masyarakat Indonesia semakin siap untuk menghadapi masa depan tanpa transaksi tunai.

Berdasarkan studi Consumer Payment Attitudes yang dikeluarkan oleh Visa, mayoritas masyarakat Indonesia terlihat sudah semakin siap untuk menghadapi masa depan tanpa transaksi tunai terlihat dari 82 persen responden yang menyatakan lebih siap berpergian tanpa membawa uang tunai.

"Orang Indonesia tahun ini menjadi lebih pede untuk menuju Indonesia cashless," ujar Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman, di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

Visa juga menambahkan, dari 77 persen masyarakat Indonesia akan semakin sering menggunakan pembayaran non tunai dalam 12 bulan ke depan.

Selain itu, 44 persen lainnya juga meyakini masyarakat Indonesia akan membayar nontunai dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

Angka ini merupakan sebuah peningkatan dibanding hasil studi tahun lalu yang mana mayoritas responden memperkirakan jika masyarakat Indonesia akan mewujudkan pertumbuhan transaksi nontunai dalam kurun waktu 8 hingga 15 tahun mendatang.

"Gaya hidup non tunai dipilih oleh masyarakat Indonesia karena begitu banyak pilihan cara pembayaran yang mudah, mulai dari menggunakan kartu, teknologi nirkontak hingga pembayaran hanya melalui scan kode QR,” tutur dia.

Riko pun menambahkan alasan mengapa masyarakat Indonesia beralih dari transaksi tunai menjadi nontunai karena ingin proses pembayaran yang lebih cepat dan mudah.

Sebagai tambahan informasi, studi ini dilakukan pada 2018 di delapan negara Asia Tenggara diantaranya Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Kamboja yang melibatkan 4.000 responden.

Di Indonesia, respondennya terdiri dari laki-laki dan perempuan berusia 18 tahun ke atas yang telah memiliki pendapatan per bulan mulai dari 3 juta ke atas.

 

 Saksikan video pilihan di bawah ini: