Sukses

Jokowi: Integrasi Transportasi Jabodetabek Tak Bisa Ditunda

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, integrasi pengelolaan transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tidak bisa ditunda-tunda lagi. Ini karena sudah menimbulkan kerugian yang sangat besar.

"Studi Bappenas ditemukan angka kerugian Rp 65 triliun karena kemacetan di Jabodetabek setiap tahunnya. Dan bahkan Pak Wapres, Pak Gubernur menyampaikan angka sampai Rp 100 triliun. Ini jumlah sangat besar sehingga perlu segera diselesaikan," ujar Jokowi, saat menyampaikan pengantar pada Rapat terbatas tentang Kebijakan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa pagi (18/3/2019), seperti dikutip dari laman Setkab.

Oleh karena itu, Jokowi menekankan, jangan ada lagi yang namanya ego sektoral, ego kementerian, ego daerah. Ini karena semuanya adalah kepentingan nasional.

 

2 dari 2 halaman

Tata Ruang

Hal penting, menurut Jokowi, adalah pengintegrasian sistem transportasi perkotaan dengan tata ruang.

Ia mengingatkan, pentingnya kesinambungan ketersambungan antara antarmoda baik MRT ( moda raya transportasi), LRT (light rail transit), Transjakarta kemudian moda yang lainnya dan KRL (kereta rel listrik), dan angkutan umum lainnya.

Jokowi meyakini, langkah-langkah tersebut akan sangat mengurangi kemacetan yang ada di Jabodetabek. Dengan selesainya MRT dan LRT serta lainnya, Jokowi berharap masyarakat akan mendapatkan sebuah layanan transportasi massal yang aman, nyaman dan lebih baik.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Jokowi Minta Integrasi Pengelolaan Transportasi Jabodetabek Selesai 3 Bulan
Artikel Selanjutnya
Usai Jajal MRT Jakarta, Jokowi: Ini Adalah Budaya Baru