Sukses

Rasakan 7 Tanda Ini, Kamu Harus Segera Pindah Kerja

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2019 sudah bergulir, nih. Apa kamu sudah menyusun resolusi untuk karier serta kehidupanmu? Kesannya sepele. Makanya, hanya sedikit yang merancang resolusi seperti itu.

Padahal, dengan menargetkan sesuatu, pikiran dan jiwa kita jadi lebih fokus. Solusi demi solusi jadi mudah bermunculan. Baik untuk dunia kerja, sekolah, keluarga, dan sebagainya.

Tahun baru seharusnya menjadi momentum untuk bangkit atau memperbaiki kehidupan di tahun sebelumnya. Sayang jika sehari-harinya cuma dihabiskan untuk bekerja dan bekerja tanpa memikirkan kualitas.

Jangan sampai sistem kapitalis dalam dunia kerja merenggut kebebasan hidupmu. Seperti dikutip dari Swara Tunaiku, inilah 7 tanda kalau kamu seharusnya mulai memikirkan pekerjaan baru:

1. Merasa Kurang Diapresiasi

Ada perusahaan yang memanusiakan karyawannya, ada pula yang menjadikan karyawan pencetak uang alias robot yang sewaktu-waktu bisa diganti.

Jika kritik sudah lebih besar dibandingkan dengan apresiasi atas diri karyawan, sebaiknya kamu pikir ulang, deh. Daripada terus-menerus kecewa, bukankah lebih baik cari pekerjaan baru?

2. Gaji dan Beban Pekerjaan Tidak Seimbang

Sudah capek-capek mengeluarkan segenap tenaga untuk bekerja, eh, dapat gajinya tidak seberapa. Bahkan disamakan dengan karyawan yang kerjanya masih ala kadarnya.

Begitu melihat transferan di rekening, bawaannya jadi badmood. Kalau sudah begitu, tidak ada jalan lain selain resign dan menjadi pekerjaan baru yang lebih worth it.

 

2 dari 5 halaman

3. Bikin Kehidupan Pribadi Jadi Berantakan

Ada pepatah lama yang rasa-rasanya masih relevan dengan zaman sekarang. “Ada orang yang bekerja untuk hidup, ada pula yang hidup untuk bekerja.” Awalnya mungkin bekerja berdasar passion.

Namun, lambat laun, kok, ada tekanan sana-sini. Harus ini-itu biar tidak dipecat. Alhasil, kehidupan sosial, keluarga, dan juga kebebasan diri jadi terbelenggu.

4. Teman Sudah Doyan Makan Teman

Dunia kerja nyata itu tidak seindah drama romantis yang ada di film-film. Kerja enak, punya bos tampan, menikah dengan pasangan dengan penuh cinta.

Tidak begitu. Dunia kerja itu sedikit mirip dengan intrik-intrik yang terjadi dalam dunia politik. Budaya teman yang doyan makan teman sendiri itu sudah biasa. Sebab di dunia kerja selalu ada persaingan.

 

3 dari 5 halaman

5. Jadi Minim Tidur dan Terlambat Makan

Untuk memiliki kehidupan yang baik, seseorang butuh makan dan tidur yang cukup. Faktanya, ada yang kerja sampai larut malam hanya untuk kejar setoran.

Kalau diteruskan, kondisi psikologis dan badan akan terganggu. Sangat rentan dengan penyakit dan depresi. Jadi, jangan sampai pekerjaanmu merenggut kebahagiaanmu sebagai manusia, ya.

6. Mikirnya Cuma Kerja, Kerja, dan Kerja

Di zaman sekarang itu, setiap kali orang berkumpul kalau tidak membahas soal kerjaan, mentoknya membahas keburukan orang lain. Jarang yang mendiskusikan gagasan atau hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas. Hal itu mengindikasikan, bahwa pola-pikir manusia sekarang kebanyakan sudah di-setting seperti robot.

Tidak heran jika sekarang saat melihat orang-orang itu memiliki minat yang seragam. Padahal, manusia diciptakan dengan membawa keunikan masing-masing. Hidup ini tidak hanya untuk bekerja. Pikiran pun memiliki hak dan bisa menuntut kapan saja untuk dibebaskan dalam kehidupan ini.

 

4 dari 5 halaman

7. Tak Lagi Dipercaya oleh Bos

Kerja ini salah, kerja itu salah. Akhirnya setiap hari merasa serba salah di hadapan si bos. Mungkin kamu akan bertanya-tanya, “Salah saya apa sih?” Akhirnya kamu jadi malas-malasan ketika disodori tugas. Well, daripada kamu berakhir seperti itu, mengapa tidak memikirkan pekerjaan baru saja?

Kalau kamu mengalami setengah atau ketujuh tanda tersebut, mulai sekarang sebaiknya pikirkan pekerjaan barumu.

Jadikan momen tahun 2019 sebagai kebangkitan dari depresi yang selama ini menghantuimu di dunia kerja. Kalau bisa, cari kerjaan yang paling kamu minati. Sebab, tanpa adanya minat, perasaan antusias akan sulit terbangun.

5 dari 5 halaman

Simak video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Wisata Selfie di Jakarta Makin Canggih, Pakai Teknologi Slow Mo hingga Imersif
Artikel Selanjutnya
Syeikh Ammar Bugis, Penyandang Disabilitas Penghafal Alquran dan Ulama