Sukses

Harga Emas Merosot ke Level Terendah dalam 5 Minggu

Liputan6.com, Chicago - Harga emas merosot pada hari Senin (Selasa pagi WIB)  ke level terendah dalam lebih dari lima minggu karena dolar Amerika Serikat (AS) dan harga saham naik ditopang optimisme tentang kemungkinan kesepakatan perdagangan antara AS dan China, sementara platinum merosot 3 persen karena investor mengambil keuntungan dari reli baru-baru ini.

AS dan China, dua ekonomi terbesar dunia mendekati kesepakatan yang akan menurunkan tarif AS atas barang-barang China senilai setidaknya USD 200 miliar, kata sebuah sumber yang diberi penjelasan tentang perundingan, Minggu.

Dikutip dari Reuters, Selasa (5/3/2019), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 1.286,94 per ounce. Selama sesi, harga emas turun hingga USD 1.282,5 per ounce, terendah sejak 25 Januari. Harga emas berjangka AS jatuh untuk sesi keenam berturut-turut, turun 0,9 persen menjadi USD 1.287,5 per ounce.

"Ada sentimen risiko di pasar dengan pembicaraan positif AS-China, sehingga emas secara alami menarik kembali pada ekuitas yang kuat, dolar yang kuat dan berita geopolitik yang baik," kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dapat mencapai kesepakatan perdagangan formal pada pertemuan puncak sekitar 27 Maret, Wall Street Journal melaporkan pada hari Minggu.

Pasar global menyambut kesepakatan potensial, karena investor menuju ke aset berisiko, mengurangi permintaan untuk emas.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap mata uang lainnya naik ke level tertinggi 10 hari. Imbal hasil AS yang meningkat mendorong permintaan untuk mata uang tersebut.

"Tampaknya selera investor terhadap emas tiba-tiba lenyap," kata kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan. "Dari sudut pandang teknis, penurunan harga emas di bawah USD 1.300 membuat ruang untuk penurunan lebih lanjut."

Pada hari Jumat, kepemilikan SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, turun 1,5 persen, persentase penurunan harian terbesar sejak Desember 2016.

 

2 dari 2 halaman

Logam Lain

Platinum merosot 2,5 persen menjadi USD 835,35 per ounce. Logam tetap naik lebih dari 5 persen untuk tahun ini. Palladium, yang mencapai puncak tertinggi sepanjang masa di level USD 1.565,09 pada bulan lalu, turun 1,2 persen menjadi USD 1.527,01.

Kedua logam melihat koreksi teknis, dengan paladium masih di wilayah overbought, kata para analis, menambahkan kenaikan dolar AS juga membebani.

Bank of America Merrill Lynch menaikkan perkiraan paladium, memperkirakan akan mencapai level kunci USD 2.000 pada tahun ini dan harga platinum rata-rata USD 883 untuk periode yang sama.

Sementara harga perak turun 0,8 persen menjadi USD 15,08 per ounce, setelah sebelumnya turun ke level terendah lebih dari dua bulan dari USD 15,02 per ounce.

Loading
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Antam Turun Rp 3.500 per Gram
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Masih Bakal Alami Tekanan pada Pekan Ini