Sukses

BRI Kucurkan Kredit Rp 843 Triliun Sepanjang 2018

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI menyalurkan kredit Rp 843,6 triliun sepanjang 2018. Mayoritas kredit tersebut disalurkan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank BRI Suprajarto mengatakan, penyaluran kredit yang dilakukan perseroan sepanjang 2018 tumbuh 14,1 persen, dari penyaluran kredit 2017 sebesar Rp 739,3 triliun.

"‎Penyaluran kredit 2018 tumbuh 14,1 persen," kata dia di Kantor Pusat Bank BRI, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Adapun mayoritas penyaluran kredit 76,5 persen ‎atau setara dengan Rp 645,7 triliun disalurkan untuk UMKM. Naik 75,6 persen dari penyaluran kredit UMKM 2017 75,6 persen.

"UMKM topang kinerja Bank BRI, ini mencapai pertumbuhan sustain perkreditan UMKM menjadi entitas perseroan," tuturnya.

Dia melanjutkan, dari total penyaluran kredit sepanjang 2018 terbagi untuk sektor mikro Rp 274,3 triliun tumbuh‎ 14,5 persen, konsumer Rp 130,8 triliun tumbuh 14,1 persen, ritel dan menengah Rp240,6 triliun tumbuh 17,3 persen dan korporasi Rp 197,9 triliun tumbuh 9,8 persen dibanding tahun lalu.

"Pertumbuhan kredit ditapang mikro tumbuh 14,5 persen, konsumer14,1 persen ‎ritel menengah 17,3 persen dan korporasi 9,8 persen," tandasnya.

 

2 dari 2 halaman

BRI Kantungi Laba Rp 32,4 Triliun pada 2018

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengantungi laba bersih Rp 32,4 triliun sepanjang 2018. Angka tersebut naik 11,6 persen dibanding laba 2017 yang tercatat Rp 29 triliun.

"Laba BRI tumbuh menjadi Rp 32,4 triliun. Itu naik 11,5 persen year on year,"‎ kata Direktur Utama BRI Suprajarto, di Kantor pusat BRI, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Pendorong pencapaian ‎laba tersebut didukung oleh penyaluran kredit sektor Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM). Untuk diketahui, hingga akhir 2018 tercatat penyaluran kredit UMKM BRI mencapai Rp 645,7 triliun.

Porsi penyaluran kredit UMKM di BRI mencapai 75,6 persen dati total kredit yang telah disalurkan sepanjang 2018.

Dia melanjutkan, pendorong pencapaian laba juga didorong oleh efisiensi. Hal ini tercermin dari penurunan Biaya Operasional Pendapatan Operasional ( BOPO) di Desember 2018 sebesar 70 persen lebih kecil dibanding BOPO 2017 yang tercatat 70,7 persen.

"Pendorong profitabilitas BRI juga karena perseroan mampu meningkatkan efisiensi tercermin penutupan BOPO triwulan IV 2018 di angka 70 persen," tandasnya.

Menyedihkan, Usaha Bertahan Hidup Penduduk Venezuela

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Bidik Pertumbuhan Double Digit, BRI Terus Kembangkan Fitur CMS
Artikel Selanjutnya
BRI Kantongi Laba Rp 32,4 Triliun pada 2018