Sukses

4 Tanda Perusahaan yang Baik untuk Pegawai Perempuan

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini ternyata investor juga menyaring perusahaan yang mampu memberikan kesetaraan dan lingkungan baik terhadap pegawai perempuan.

Para investor melihat bagaimana manajemen perusahaan memperlakukan pegawai perempuannya. Namun, menemukan perusahaan tersebut merupakan tantangan.

Akan tetapi, bukan tidak ada perusahaan yang mampu ciptakan kesetaraan dan lingkungan baik bagi perempuan. Para investor tersebut belum memiliki penilaian dan metrik memadai.

Hal ini mengingat seseorang tidak dapat identifikasi perusahaan yang baik untuk perempuan hanya dengan menghitung jumlah pegawai perempuan dan di jajaran direksi yang merupakan perempuan.

Beberapa penelitian menyebutkan kalau perempuan pegang posisi kekuasaan dapat tumbuhan kondisi kerja positif, upah lebih baik dan banyak promosi untuk pegawai perempuan. Namun, penelitian lain tidak menemukan klaim tersebut.

Katherine Klein, professor di Wharlton School of the University of Pennsylvania, kandidat doktor Shoshana Schwartz dan Direktur Wharton Social Impact Iniative Sandro Maro meninjau ratusan studi akademik mengenai identifikasi penanda pemberi kerja atau perusahaan terbaik untuk perempuan.

Dari studi yang dilakukan ditemukan kalau perusahaan yang baik untuk perempuan maka lihat representasi, gaji, kesehatan dan kepuasan para perempuan yang bekerja di sana.

Jika suatu perusahaan memiliki semua aspek-aspek ini maka perusahaan tersebut adalah perusahaan yang baik bukan hanya bagi kaum hawa, tetapi juga untuk kaum pria. Berikut adalah ke-4 aspek tersebut, seperti dikutip dari laman CNN, Kamis (17/1/2019):

1. Representasi 

Suatu perusahaan tidak dapat dikatakan baik bagi kaum perempuan, jika di sana terdapat sedikit sekali pegawai perempuan dan bahkan tidak ada.

Karena jika perusahaan ini merekrut hanya sedikit perempuan, hal itu sama saja berarti perusahaan ini tidak memiliki jejak rekam yang baik bagi kaum perempuan.

Di antara perusahaan yang masuk S&P 500, hampir 45 persen karyawan adalah perempuan. Akan tetapi, perempuan mewakiliki hanya 37 persen manajer tingkat pertama dan menengah. 27 persen eksekutif dan manajer tingkat senior, serta lima persen CEO.

Meski pun perempuan 52 persen memegang posisi manajemen, profesional di Amerika Serikat (AS), jumlah itu memisahkan pekerjaan berbasis gender.

Sekitar 85 persen perempuan untuk hadiri rapat, konvensi dan merencanakan acara. Kemudian 72 persen sebagai manajer sumber daya manusia (HRS). Sedangkan 19 persen sebagai pengembang perangkat lunak dan 9 persen sebagai insinyur.

 2. Gaji

Perusahaan yang baik akan memberikan gaji kepada karyawannya setidaknya cukup untuk  hidup sejahtera, dan lebih baik lagi jauh lebih banyak.

Tentunya, perusahaan yang baik akan memberikan gaji yang setara tanpa membedakan gender. Jadi carilah perusahaan yang akan memberi Anda gaji setara dengan kaum pria tapi dengan catatan posisi dan jabatan setara.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

3.Kesehatan

Perusahaan yang baik akan memberikan cuti hamil berbayar bagi pegawai perempuan. Namun, seperti yang dilansir pada laman CNN, Amerika Serikat tidak mewajibkan suatu perusahaan untuk memberikan cuti hamil berbayar. 

Pada 2016, hanya 13 persen karyawan yang bekerja di perusahaan swasta Amerika Serikat yang mendapatkan cuti hamil berbayar.

Selain itu, perusahaan yang baik akan melindungi pegawai perempuannya dari strees dan pelecehan seksual. Stree yang dimaksud adalah ancaman PHK, jam kerja yang panjang dan tidak terduga, dan tuntutan pekerjaan yang berlebihan.

Hal ini yang akan meningkatkan risiko depresi, serta pemicu penyakit berat lainnya yang berakibatkan pada kematian. Begitu pula dengan ancaman pelecehan seksual.

4. Laporan Kepuasan terhadap Perusahaan

Pegawai menghabiskan sekitar seperlima dari kehidupannya di tempat kerja. Oleh karena itu, pegawai harus mencari perusahaan yang akan memberikan kebahagiaan bukannya stres, kebosanan, dan frustasi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: