Sukses

Rupiah Makin Perkasa, Penguatan IHSG Malah Terbatas

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat perkasa malah alami penguatan terbatas pada awal pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (7/1/2019), IHSG naik 12,68 poin atau 0,20 persen ke posisi 6.287,22. Pada pembukaan, IHSG sempat berada di posisi 6.317 atau naik 43,08 poin. Indeks saham LQ45 menanjak 0,11 persen ke posisi 1.002,77. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menghijau.

Sebanyak 240 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 166 saham melemah dan 146 saham diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.354,75 dan terendah 6.287,22.

Transaksi perdagangan cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 462.503 kali dengan volume perdagangan 12 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,5 triliun. Investor asing beli saham Rp 463,85 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.090.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham pertanian naik 1,95 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Sektor saham infrastruktur mendaki 1,19 persen dan sektor saham konstruksi menanjak 1,1 persen.

Sektor saham aneka industri melemah 1,87 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham manufaktur susut 0,37 persen dan sektor saham barang konsumsi susut 0,17 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham RELI melonjak 34,34 persen ke posisi 266 per saham, saham ENRG mendaki 27,27 persen ke posisi 70 per saham, dan saham SAFE bertambah 26,26 persen ke posisi 250 per saham.

Selain itu, saham-saham yang merosot antara lain saham OCAP turun 24,56 persen ke posisi 258 per saham, saham HDFA tergelincir 18,34 persen ke posisi 138 per saham, dan saham GLOB merosot 12,70 persen ke posisi Rp 550 per saham.

Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,82 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 1,34 persen, indeks saham Jepang Nikkei menanjak 2,44 persen, dan bukukan penguatan terbesar.

Disusul indeks saham Thailand menguat 1,09 persen, indeks saham Shanghai mendaki 0,72 persen, indeks saham Singapura bertambah 1,42 persen dan indeks saham Taiwan melonjak 2,21 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, penguatan IHSG didorong sejumlah faktor. Pertama, pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang kurang agresif, harga komoditas menguat, meredanya sentimen perang dagang antara AS dengan China.

"IHSG sempat menguat tapi sekarang penguatannya terbatas. Hal ini disebabkan oleh para pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

 

2 dari 2 halaman

Awal Sesi Perdagangan, IHSG Menguat Terbatas

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bergerak perkasa pada awal pekan ini. Hal tersebut didukung dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat dan aksi beli investor asing.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (7/1/2019), IHSG melonjak 43,08 poin atau 0,6 persen ke posisi 6.317,62. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG mendaki 55,68 poin atau 0,91 persen ke posisi 6.331,3. Indeks saham LQ45 naik 1,28 persen ke posisi 1.014,04. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.

Sebanyak 198 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. 33 saham melemah dan 125 saham diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.349,28 dan terendah 6.316,81.

10 sektor saham kompak menghijau. Sektor saham infrastruktur menguat 1,45 persen. Kemudian sektor saham barang konsumsi menanjak 1,34 persen dan sektor saham keuangan bertambah 1,18 persen.

Total frekuensi perdagangan saham 51.649 kali dengan volume perdagangan saham 1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 871,8 miliar. Investor asing beli saham Rp 37,60 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.108.

Saham-saham yang mampu catatkan penguatan antara lain saham GLOB melonjak 22,22 persen ke posisi Rp 770 per saham, saham KONI menanjak 9,43 persen ke posisi Rp 580 per saham, dan saham ARTO meroket 6,56 persen ke posisi Rp 195 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham HDFA susut 21,30 persen ke posisi Rp 133 per saham, saham SMMT merosot 7,41 persen ke posisi Rp 200 per saham, dan saham MBTO tergelincir 6,72 persen ke posisi Rp 111 per saham.

Bursa saham Asia pun kompak menghijau. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,06 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 1,53 persen, indeks saham Jepang Nikkei terbang 2,88 persen, dan bukukan penguatan terbesar di Asia.

Selanjutnya indeks saham Shanghai mendaki 0,28 persen, indeks saham Singapura menguat 1,43 persen dan indeks saham Taiwan menanjak 1,95 persen.

 

 Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Penumpang Mabuk Bikin Keributan di Pesawat

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Rupiah Tembus 14.108 per Dolar AS, IHSG Menguat 43,08 Poin
Artikel Selanjutnya
Negosiasi Perang Dagang, IHSG Bakal Menguat Terbatas