Sukses

Rupiah Sentuh 14.278 per dolar AS, IHSG Menguat 35,48 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berbalik arah ke zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham Jumat (4/1/2019) usai sempat melemah pada awal sesi perdagangan.

Pada sesi pertama perdagangan saham, menjelang akhir pekan ini, IHSG menguat 35,48 poin atau 0,57 persen ke posisi 6.256,49. Indeks saham LQ45 menanjak 0,74 persen ke posisi 998,19. Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali indeks saham DBX melemah 0,09 persen.

Sebanyak 193 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. 147 saham melemah dan 164 saham diam di tempat. Pada sesi I, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.262,71 dan terendah 6.200,85.

Total frekuensi perdagangan saham 221.267 kali dengan volume perdagangan saham 6,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,6 triliun. Investor asing beli saham Rp 7,94 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.278.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham pertanian melemah 0,80 persen dan sektor saham industri dasar tergelincir 0,15 persen. Sektor saham tambang menguat 2,03 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham barang konsumsi menanjak 0,93 persen dan sektor saham keuangan merosot 0,77 persen.

Saham-saham yang membukukan penguatan antara lain saham GLOB menguat 24,75 persen ke posisi Rp 630 per saham, saham TPMA menanjak 24,11 persen ke posisi Rp 278 per saham, dan saham JAWA naik 16,18 persen ke posisi Rp 158 per saham.

Saham-saham yang merosot antara lain saham CANI turun 22,98 persen ke posisi Rp 191 per saham, saham INTD susut 22,57 persen ke posisi Rp 175 per saham, dan saham MGRO merosot 9,55 persen ke posisi Rp 900 per saham.

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,43 persen, indeks saham Shanghai menguat 1,73 persen, dan bukukan penguatan terbesar, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,61 persen dan indeks saham Singapura naik 1,05 persen.

Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei melemah 2,74 persen, dan bukukan penurunan terbesar dan indeks saham Taiwan tergelincir 1,34 persen.

 

2 dari 2 halaman

IHSG Melemah pada Awal Sesi Perdagangan

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal sesi perdagangan hari ini. Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat 4 Januari 2019, IHSGmelemah 9,9 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.211,09.

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG kembali melemah 12,3 poin atau 0,20 persen ke posisi 6.208,65. Indeks saham LQ45 juga memerah 0,27 persen ke posisi 988,17. Seluruh indeks saham acuan kompak memerah.

Sebanyak 58 saham menguat namun tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. Kemudian 60 saham melemah dan 135 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.215,04 dan terendah 6.205,65.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 7.121kali dengan volume perdagangan 99,2 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 83,7 miliar. Investor asing beli saham Rp 1.072 miliar di total pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi Rp 14.343.

Hampir semua sektor melemah, kecuali aneka industri yang naik 0,18 persen. Sementara sektor yang mencatatkan pelemahan tertinggi adalah perkebunan yang turun 0,65 persen. Disusul sektor saham industri dasar menurun 0,39 persen dan sektor saham keuangan turun 0,29 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainer antara lain saham CMPP melonjak 12,12 persen ke posisi Rp 296 per saham, saham MYTX menanjak 9,17 persen ke posisi Rp 119 per saham, dan saham LPLI menanjak 9,09 persen ke posisi Rp 120 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham PTSN susut 11,95 persen ke posisi Rp 1.315 per saham, saham BIKA merosot 8,33 persen ke posisi Rp 220 per saham, dan saham MGRO tergelincir 6,03 persen ke posisi Rp 935 per saham.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Penumpang Mabuk Bikin Keributan di Pesawat

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Simak Analisa Investasi Saham dari Reliance Sekuritas di 2019
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Memerah, Rupiah pada Posisi 14.343 per Dolar AS