Sukses

Dahana Uji Coba Roket Balistik dengan Jangkauan 100 KM

Liputan6.com, Jakarta - PT Dahana (Persero) melaksanakan uji coba Roket R-Han 450 di Pameungpeuk, Jawa Barat, Jumat, 28 Desember 2018. ‎Roket tersebut dengan jangkauan maksimum lebih dari 100 KM dan kecepatan maksimum 3.300 km per jam.

‎Uji coba roket dilakukan Dahana sebagai penyedia bahan peledak, bekerja sama dengan LAPAN, Balitbang Kementerian Pertahanan, PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT PINDAD (Persero) yang tergabung dalam Konsorsium Roket Nasional.

Direktur Teknologi dan Pengembangan Dahana, Heri Heriswan mengatakan, roket ini telah beberapa kali di uji coba untuk mencapai hasil maksimal. Serangkaian penyempurnaan masih terus dilakukan, hingga diharapkan roket ground to ground untuk artileri medan ini dapat menjangkau jarak ideal 100 km. 

"Dalam uji coba sebelumnya pada tahun 2016, R-Han 450 sukses meluncur sejauh 55 km," kata Heri, di Jakarta, Senin (31/12/2018).

R-Han 450 merupakan roket tipe balistik dengan panjang total 7,2 meter, diameter 46 cm, massa total 1.750 kg, massa propellan 750 kg, dengan jangkauan maksimum lebih dari100 KM dan kecepatan maksimum 3.300 km per jam. 

Sebelumnya roket ini dikenal dengan nama RX 450. Perubahan nama menjadi R-Han 450 dan peningkatan kemampuan pada roket balistik ini diharapkan bisa segera diproduksi masal untuk kepentingan pertahanan dalam negeri maupun komersil.

"Harapannya, roket ini terus mengalami perbaikan performance, khususnya bagi lndustri pertahanan agar bisa segera diproduksi masal, karena produksi masal akan membawa keuntungan bagi Industri Pertahanan, terutama untuk Dahana,"‎ ujar dia.

 

2 dari 2 halaman

Pindad dan Dahana Upayakan Kebutuhan Amunisi TNI Setiap Tahun

Sebelumnya, upaya memenuhi kebutuhan TNI setiap tahun, PT Pindad akan meningkatkan dua kali kapasitas produksi amunisi kaliber kecil. Saat ini, TNI membutuhkan 300 juta butir amunisi per tahun.

Direktur Teknologi dan Supply Chain PT Pindad, Ade Badgja mengatakan pihaknya akan memproduksi 4 kali 90 juta butir amunisi per tahun. Jumlah produksi tersebut merupakan kapasitas maksimum Pindad pada 2019 atau 2020.

"Kebutuhan tahunan menurut Asrena 300 juta per tahun. Jadi semua kebutuhan TNI akan kita siapkan. Indonesia sendiri akan membuat pabrik propelan yang akan digawangi PT Dahana, yang akan membuat 400 ton, kalau memang rencananya terbukti, akan dipenuhi oleh PT Dahana, plus kita mencari 100 ton lagi ke luar," kata Ade, Selasa 8 Mei 2018.

Paban V Sren Kasad, Kol CHB IGN Wisnu Wardana mengatakan, pihaknya berharap kebutuhan amunisi TNI bisa terealisasi oleh produksi dalam negeri. Untuk setiap tahunnya, TNI membutuhkan 318 juta butir amunisi.

"Untuk kebutuhan amunisi kita berharap semua bisa dipenuhi dalam negeri. Karena kita lihat dari pengalaman kemarin, kalau misalnya mengandalkan produksi dari luar negeri, banyak hal yang kita hadapi permasalahannya, yang tidak bisa kita selesaikan dalam satu tahun anggaran," kata Wisnu.

"Produksi dalam negeri bisa mendukung kebutuhan TNI, kebutuhan kita 318 juta butir," dia menambahkan.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Dahana Budi Antono mengatakan, pemerintah telah menugaskan untuk membuat dan memproduksi propela. Pembuatan amunisi tersebut, akan dilakukan di Subang.

"Pabriknya nanti di Subang. Jadi Dahana punya tanah 600 hektar, dan nanti bahan peldak komersial dan bahan propelan dibuat di Subang," kata Budi. (Aditya Prakasa)

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Demi Keamanan, SpaceX Bakal Hancurkan Salah Satu Roketnya
Artikel Selanjutnya
2 Roket Meledak di Zona Hijau Baghdad dekat Kedutaan Besar AS