Sukses

Menhub Pastikan Proyek LRT dan Kereta Cepat Rampung Sesuai Target

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan menghentikan sementara dua pekerjaan proyek infrastruktur yaitu pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung oleh KCIC dan proyek pembangunan LRT Jabodetabek di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) km 11 sampai dengan 17. Langkah ini diambil guna mengurangi kemacetan yang terjadi di tol Japek.

Namun meskipun dihentikan Budi memastikan kedua proyek infrastruktur itu akan berjalan sebagaimana mestinya. Proyek-proyek tersebut akan rampung dari rencana semula yang sudah ditetapkan.

"Kami bukan berarti jadi membatalkan (kedua proyek) infrastruktur itu. Melainkan kami harus berpikir lebih koordinatif, harus berpikir bersama-sama tanpa mau menang sendiri," ucapnya di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Meski menuai pro dan kontra, Budi Karya menegaskan, masyarakat sebaiknya tidak perlu khawatir. Kedua proyek infrastruktur akan segera dirasakan manfaatnya dan rampung sesuai target dari rencana awal.

"Tidak ada pembatalan (proyek). LRT saya pastikan tetap selesai 2019 akhir, tinggal atur waktunya saja. Semuanya tetap jalan sebagaimana mestinya, jadi tinggal ditetapkan saja, diatur waktunya," pungkasnya.

 

2 dari 3 halaman

Menhub Minta Proyek LRT dan Kereta Cepat di Tol Cikampek Setop Sementara

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) masih menjadi pekerjaan rumah. Kemacetan bertambah seiring adanya beberapa proyek strategis nasional di lintas tol Japek yang sedang dalam tahap pembangunan yang berlangsung secara bersamaan.

Beberapa proyek yang berdampak pada meningkatnya kemacetan lalu-lintas di jalan tol tersebut yakni pembangunan tol layang (elevated), Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek. 

"Saya minta stakeholder yang melakukan kegiatan konstruksi di situ supaya menghitung sekali bahwa kegiatan konstruksinya tidak mengakibatkan kemacetan yang signifikan," kata Menhub Budi di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/11/2018).

Dia meminta, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk tidak berkegiatan di sekitar Tol Japek terlebih dulu. Dia menyarankan untuk melakukan pengerjaan di tempat lain.

Kemudian untuk proyek LRT juga diminta untuk ditunda pengerjaannya beberapa bulan ke depan.

"Kita putuskan LRT dan KCIC tidak berkonstruksi di daerah kilometer 11-17 tidak ada kegiatan di sana," jelas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Bisakah Pemerintah Siapkan Rp 2.000 Triliun Buat Bangun Infrastruktur?
Artikel Selanjutnya
Proyek LRT Jabodebek Tahap II Bakal Telan Dana Rp 12 Triliun