Sukses

Ikut Wasiat Bapak, Miliarder Ini Gelar Sayembara Lawan Penyakit Otak

Liputan6.com, Texas - Sebuah sayembara medis berhadiah sampai ratusan miliar diadakan atas wasiat miliarder Richard Rainwater. Hadiah diberikan kepada para ilmuwan yang berhasil memberikan kontribusi melawan penyakit bermacam penyakit otak seperti Alzheimer atau Progressive Supranuclear Palsy (PSP).

Dilaporkan oleh Forbes, Rainwater mengidap PSP pada akhir 2009 Penyakit tersebut menyerang sekitar 3 hingga 6 orang dari 100 ribu orang di seluruh dunia dan belum ada obatnya.

PSP berakibat dari akumulasi protein tau di sel syaraf otak yang membuat sel-sel tersebut berhenti berfungsi dan kemudian mati. Penyakit itu memengaruhi penglihatan, gerakan, keseimbangan, cara bicara, menelan, dan berpikir seseorang.

Tidak mau berpangku tangan, Rainwater segera menyiapkan dana untuk Tau Consortium, kelompok peneliti yang mencari obat PSP dan penyakit neurogeneratif lainnya. Dan sebelum wafat tahun 2015, ia memutuskan memakai salah satu tabungan dananya demi melakukan sayembara untuk melawan PSP.

Inilah wasiat yang dilaksanakan putranya yang juga miliarder: Todd Rainwater. Penghargaan Rainwater Breakthrough Prize (Hadiah Terobosan Rainwater) akan memberi hadiah sebesar USD 2 juta (Rp 29,2 miliar), USD 5 juta (58,5 miliar), dan USD 10 juta (Rp 146,4 miliar) jika menemukan obat untuk PSP yang disetujui badan pengawas obat AS.

Ada lagi penghargaan bernama Rainwater Milestone Prize for Advances in Tauopathy Research (Hadiah Batu Pijakan Rainwater untuk Penelitian Tauopati Tingkat Lanjut) sebesar USD 2 juta.

Terakhir, ada hadiah tahunan sebesar USD 250 ribu (Rp 3,6 miliar) bagi kelompok yang kinerjanya dipertimbangkan sebagai kontribusi signifikan untuk memahami penyakit terkait tauopati maupun neurodegeneratif.

Robert Rainwater merupakan investor legendaris yang memiliki saham di Disney dan perusahan minyak seperti Marathon Oil dan Texaco. Kekayaannya sang miliarder sebelum wafat ditaksir Forbes mencapai USD 3 miliar.

2 dari 2 halaman

Waspada, Cara Tidur Ternyata Bisa Sebabkan Alzheimer

Banyak orang yang meremehkan gangguan tidur. Padahal, masalah ini sudah waktunya ditangani secara lebih serius.

Mengutip Men's Health, mereka yang melaporkan memiliki kesulitan untuk tidur ternyata memiliki risiko lebih besar untuk mengalami Alzheimer di masa tuanya. Temuan studi ini dimuat dalam jurnal Neurology. 

Dalam studi ini, para peneliti merekrut 101 orang dengan ingatan dan pikiran yang sehat. Namun, 101 orang ini juga dianggap berisiko mengembangkan Alzheimer--bisa karena riwayat keluarga atau karena mereka membawa gen yang meningkatkan risiko kondisi tersebut.

Lalu, para peneliti menyurvei kualitas tidur 101 orang tadi, mengambil sampel cairan tulang belakang untuk dites penanda Alzheimer.

Hasilnya? Mereka yang memiliki kualitas tidur lebih buruk, tidurnya lebih bermasalah, dan lebih mengantuk di siang hari memiliki lebih banyak penanda Alzheimer pada cairan tulang belakangnya dibandingkan yang kualitas tidurnya lebih baik.

Menurut penulis penelitian, Barbara B Bendlin, PhD, hal ini bisa saja disebabkan tidur yang kurang atau terganggu mengacaukan sistem pembersihan otak yang seharusnya menyingkirkan protein penanda Alzheimer sebelum mereka memiliki kesempatan untuk menumpuk.

Walau tidak semua orang yang memiliki gangguan tidur berpotensi mengembangkan Alzheimer, tetap saja temuan ini mengindikasikan, tidur adalah faktor risiko untuk kondisi tersebut.

Artikel Selanjutnya
Yuk Cegah Alzheimer dan Parkinson Lewat Secangkir Kopi
Artikel Selanjutnya
Jadi Orang Terkaya Dunia, Minimal Harus Punya Harta Berapa?