Sukses

Sri Mulyani Bertemu Rizal Ramli, Apa yang Dibicarakan?

Liputan6.com, Jakarta - Ada hal yang menarik dalam perayaan Hari Oeang ke-72 kali ini. Dalam barisan undangan acara ramah tamah tampak hadir Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

Rizal Ramli mengatakan bahwa kedatangannya ke Markas Sri Mulyani adalah untuk ikut merayakan Hari Oeang yang ke-72. Dia mengaku tidak ada hal serius yang dibicarakan antara dirinya dan Sri Mulyani maupun dengan undangan yang lain.

"Engak bercanda-bercanda saja. Enggak ada yang serius tadi," kata dia, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Dia menjelaskan acara ramah tamah di Kementerian Keuangan amat cair dan diisi dengan kegiatan yang rekreatif. "Orang hari ulang tahun 72 bercanda-bercanda saja. Dengerin musik Suju (Super Junior)," jelas dia.

"Hari uang yang ke-72 uang pertama RI kan 1946. Tadi ada mas Agus (Agus Martowardojo, Mantan Menkeu dan Mantan Gubernur BI), kita becanda-becanda aja tidak ada yang serius," lanjut Rizal.

"Teman-teman dari departemen keuangan tadi pada bagus-bagus bercandanya," imbuhnya.

Karena itu, kata Rizal, tidak ada pula perbincangan mengenai debat antara dirinya dan Sri Mulyani yang sempat santer diberitakan.

"Tidak lah saya sama Sri (Sri Mulyani) tidak ada masalah personil, bahwa kita melihat masalah berbeda, solusinya ada yang alternatif itu kan biasa saja dalam dunia demokrasi," ungkap dia.

 

2 dari 3 halaman

Pernah Jadi Menteri Keuangan

Sementara itu, Sri Mulyani sendiri juga mengatakan pertemuannya dengan Rizal Ramli ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Oeang. Rizal Ramli turut diundang karena pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Abdurahman Wahid ikut diundang dalam perayaan Hari Oeang kali ini.

"Kan kita mengundang seluruh mantan Menteri Keuangan seperti biasa setiap tahun, ya nggak apa-apa, untuk lihat ke dalam, lihat dari dalam," kata Sri Mulyani.

Reporter:Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Pertahankan Defisit APBN di Level 2,2 Persen
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani: Tantangan Indonesia ke Depan adalah Dongkrak Kualitas SDM