Sukses

Pasar Tunggu Program Ekonomi Prabowo-Sandi

Liputan6.com, Jakarta Prabowo Subianto resmi mengangkat Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk mengikuti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 
 
Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, pilihan ini seakan memberi sinyal positif kepada sektor perekonomian negara. Sebab Sandi, sapaan akrab Sandiaga Uno, memiliki latar belakang sebagai seorang pengusaha.
 
 
Namun begitu, ia menambahkan, pasar masih menunggu, program ekonomi seperti apa yang kelak diusung pasangan calon (paslon) Prabowo-Sandi.
 
"Sandi background-nya pengusaha, jadi cukup memahami persoalan ekonomi. Tapi ekspektasi pasar masih wait and see program ekonomi Prabowo-Sandi," ucap dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (10/8/2018).
 
Isu terpilihnya Sandi sebagai pendamping Prabowo terkuak belum lama ini. Sebelumnya, beberapa nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Ustadz Abdul Somad, hingga Gubernur DKI Anies Baswedan digadang-gadang sebagai calon pasangan Ketua Umum Gerindra tersebut.
 
Dengan beredarnya kabar Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo, Bhima menyebutkan, itu berdampak terhadap kenaikan harga saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang ditutup menguat 0,82 persen ke level Rp 3.710 per saham pada 9 Agustus 2018.
 
"Namun, penguatan hanya terbatas di saham Sandi (SRTG). IHSG ditutup melemah -0,49 persen," kata dia.
 
 
2 dari 2 halaman

Sepak Terjang Sandiaga Uno di Dunia Bisnis

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno kini hangat diperbincangkan. Nama Sandiaga Uno tiba-tiba muncul dalam calon wakil presiden (cawapres).

Prabowo Subianto berpasangan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu pun disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. Ia menuturkan, Prabowo Subianto berpasangan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sudah hampir final untuk maju dalam Pilpres 2019.

"Jadi pasangan ini 99 persen sudah dipastikan akan maju," ujar Arief, saat dikonfirmasi, Kamis (9/8/2018).

Mengutip berbagai sumber, sebelum terjun ke dunia politik, Sandiaga Uno dikenal sebagai pengusaha. Ia juga sempat menduduki posisi sebagai direktur dan komisaris di sejumlah perusahaan antara lain Adaro Energy, Saratoga Investama Sedaya, Tower Bersama Infrastructure dan Berau Coal.

Ia melepaskan posisi jabatannya di sejumlah perusahaan itu pada rentang waktu 2012-2015 hingga akhirnya fokus terjun ke dunia politik.

Berdasarkan laporan Globe Asia, Sandiaga Uno masuk jajaran orang terkaya di Indonesia pada 2018. Sandiaga berada di posisi 85 dengan kisaran kekayaan USD 300 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun.

Pria kelahiran 28 Juni 1969 ini membangun sejumlah perusahaan dan menanamkan investasi. Salah satu perusahaan yang dibangun Sandiaga Uno yaitu PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Ia mendirikan perusahaan investasi tersebut bersama pengusaha Edwin Soeryadjaya sekitar 1997-1998.

Lewat perusahaan investasi ini, Sandiaga Uno menanamkan investasi di sejumlah perusahaan. Investasinya meliputi sektor konsumer, infrastruktur dan sumber daya alam.

Mengutip dari laman Saratoga Investama Sedaya, perseroan aktif kelola perusahaan-perusahaan investasinya serta jajaki peluang investasi di Indonesia.

Perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2013 ini menitikberatkan investasi di konsumer, infrastruktur dan sumber daya alam.

PT Saratoga Investama Sedaya cukup banyak berinvestasi di sektor sumber daya alam. Sejumlah perusahaan yang jadi tujuan investasi Saratoga antara lain di PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang bergerak di sektor batu bara.

Perseroan investasi di Adaro Energy Tbk pada 2002. Investasi selanjutnya di PT Agro Maju Jaya yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit yang mulai investasi pada 2010.

Selain itu, PT Agra Energi Indonesia yang bergerak di sektor minyak dan gas dan mulai investasi pada 2015.

Perseroan juga investasi di Finders Resources Limited yang bergerak di sektor emas dan tembaga dan tahun investasinya pada 2013. Tak hanya itu, di sektor sumber daya alam, Saratoga Investama juga investasi di perusahaan Interra yang bergerak di sektor minyak dan gas pada 2012.

Kemudian Saratoga juga investasi di beberapa perusahaan investasi yang bergerak di sektor emas dan tembaga antara lain Merdeka Copper Gold yang mulai pada 2014, Sihayo Gold Limited dan Sumatra Copper and Gold Plc yang mulai investasi pada 2012.

 

Artikel Selanjutnya
Anies Terima Surat Pengunduran Diri Sandiaga
Artikel Selanjutnya
Prabowo: SBY Dukung Pencalonan Saya dan Sandiaga Uno