Sukses

Alasan BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

Liputan6.com, Lombok - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate tetap sebesar 4,25 persen. Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,50 persen dan Lending Facility 5,00 persen.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Indonesia BI, Firman Mochtar mengatakan keputusan menahan suku bunga acuan berdasarkan beberapa pertimbangan.

"Menurut bacaan kami, kondisi ekonomi global dalam track membaik, Amerika Serikat dalam perkembangan terakhir pertumbuhan ekonomi mereka tumbuh. Lalu, mengenai kemungkinan normalisasi kebijakan, terutama yang di Amerika Serikat, suku bunga kebijakan mereka yang sudah dilakukan," kata Firman di Kawasan Senggigi, Lombok, Sabtu (21/4/2018).

Selain itu, Firman mengungkapkan BI juga mengambil keputusan untuk menahan suku bunga setelah mencermati perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China.

"Kami mencermati perkembangan kebijakan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang memperngaruhi perekonomian dunia secara keseluruhan. Ini di satu sisi ada dampak positif, tapi juga ada beberapa risiko yang mesti dicermati," ujar dia.

Selain itu, ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi domestik saat ini dinilai masih solid. "Sejauh ini, kami melihat bahwa pertumbuhan ekonomi masih tetap solid. Ditopang kondisi domestik dan eksternal yang masih baik. Domestik baik, didukung investasi tumbuh dengan baik. Investasi dalam bentuk bangunan dan non bangunan baik. Bangunan tumbuh ditopang proyek infrastruktur," ujar Firman.

Ia mengatakan,  dari sisi non bangunan, dampak kondisi eksternal dampak lanjutan yang positif. “Tambang tumbuh, sektor investasi lainnya masih baik. Secara keseluruhan, nah kami melekukan now casting, kita memakai indikator dini untuk melakukan tracking tentang perekonomian domestik,” kata dia.

 

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

1 dari 2 halaman

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 4,25 persen.

Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,50 persen dan Lending Facility 5,00 persen.

"Rapat Dewan Gubernur BI pada 18-19 April 2018 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day repo rate tetap sebesar 4,25 persen. Berlaku efektif sejak 20 April tahun 2018," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo di Kantor BI, Jakarta, Kamis 19 April 2018.

Dia mengatakan kebijakan tersebut konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.

"Bank lndonesia memandang pelonggaran kebijakan moneter yang ditempuh sebelumnya, didukung oleh kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran, masih memadai untuk terus mendorong momentum pemulihan ekonomi domestik," jelas dia.

Ke depan, lanjutnya, Bank lndonesia tetap fokus dalam menjaga stabilitas perekonomian yang menjadi landasan utama bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, sejumlah risiko global tetap perlu diwaspadai karena dapat mengganggu perekonomian domestik, seperti peningkatan ketidakpastian pasar keuangan dunia, kenaikan harga minyak, dan kemungkinan berlanjutnya perang dagang AS-Tiongkok.

Dia mengatakan, untuk Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.

"Bank lndonesia juga semakin memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta memperkuat pelaksanaan reformasi struktural," dia menambahkan.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

 

Artikel Selanjutnya
Ini Imbas Kenaikan Suku Bunga Acuan ke Ekonomi RI
Artikel Selanjutnya
BI Diperkirakan Kembali Naikkan Suku Bunga pada Juni 2018