Sukses

Holding BUMN Migas Terbentuk, PGN Bakal Rombak Jajaran Direksi

Liputan6.com, Jakarta - PT  Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan merombak jajaran manajemen perusahaan. Rencana perombakan manajemen perseroan diputuskan saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 April 2018.

Direktur PT PGN Tbk, Danny Praditya mengatakan, ada pergantian pejabat baru pada PGN. Namun dia belum bisa menyebutkan posisi yang akan digantinya tersebut.

"Iya, akan ada pergantian baru. Tapi belum tahu apakah direksi atau komisaris," tutur di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/4/2018).

Dalam agenda RUPST emiten berkode PGAS yang disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI, salah satunya yang akan dibahas yaitu perubahan susunan pengurus perseroan. Selain itu ada persetujuan laporan tahunan Perseroan Tahun Buku 2017 dan laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun Buku 2017 serta laporan tugas pengawasan dewan komisaris Tahun Buku 2017.

Ditambah pengesahan laporan keuangan tahunan perseroan tahun buku 2017, penetapan penggunaan laba bersih termasuk pembagian dividen tahun buku 2017, penetapan tantiem untuk direksi dan dewan komisaris Perseroan Tahun Buku 2017 dan gaji, honorarium berikut fasilitas dan tunjangan Tahun Buku 2018.

Kemudian minta persetujuan pemegang saham mengenai penetapan kantor akuntan publik untuk melaksanakan audit laporan keuangan tahun buku 2018 dan laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) Tahun Buku 2018, persetujuan awal tindakan direksi untuk melakukan integrasi PT Pertamina Gas ke perseroan serta perubahan anggaran dasar perseroan.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Rini Soemarno telah meneken akta pengalihan saham seri B milik Negara sebesar 56,96 persen kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk kepada PT Pertamina (Perseroan. Dengan begitu, holding BUMN migas resmi terbentuk. Pertamina pun sebagai induk perusahaan (holding) dan PT PGN Tbk sebagai anggota holding.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Terkait belanja modal, perseroan belum menghitung belanja modal atau capital expenditure (capex) yang akan digelontorkan perseroan dan masih menunggu koordinasi setelah Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

"Belum, nanti kita setelah transisi akan buat RKAP baru," ujar dia.

Pihaknya pun belum memastikan mengenai total capex akan lebih rendah atau tidak ke depan.

"Tergantung, kalau pengembangan perusahaan, cuma realokasinya di tempat lain. Yang jelas kita hindari adanya duplikasi di tempat yang sama," kata dia.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Laba PGN Semester I 2019 Anjlok Jadi USD 54 Juta
Artikel Selanjutnya
PGN Terus Perluas Jaringan Gas di 2019