Sukses

5 Tips Jitu agar Kartu Kredit Tak Cepat Rusak

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya perlu dijaga keamanannya dari risiko penyalahgunaan, kartu kredit juga perlu dilindungi dari kerusakan fisik. Kartu kredit yang rusak bisa menyebabkan gagalnya transaksi saat digesekkan ke mesin ATM atau EDC.

Bayangkanlah jika Anda tengah mentraktir klien, dalam kondisi tidak membawa kartu ATM dan uang tunai, ternyata kartu kredit Anda ditolak. Atau Anda sudah antri di kasir untuk sebuah produk yang Anda idam-idamkan dan tiba-tiba ada diskon besar, bukankah sangat mengesalkan?

Kerusakan pada kartu kredit paling sering terjadi pada chipnya. Saat kartu kredit hilang atau rusak, biasanya nasabah akan dikenai biaya paling sedikit Rp 50 ribu untuk biaya penggantian. Namun sebelum benar-benar rusak, yuk jaga kartu kredit kita dengan beberapa langkah yang disarankan Danaxtra berikut ini.

1. Bersihkan chip kartu kredit dengan penghapus pensil

Tak perlu panik karena transaksi Anda gagal. Coba dulu bersihkan chip kartu kredit Anda dengan penghapus pensil. Gosoklah bagian chip itu dengan halus, dan setelah itu cobalah untuk bertransaksi kembali.

Chip yang berwarna kuning emas itu merupakan elemen penting dalam kartu kredit karena merupakan penyimpan data. Ketika chip tidak berfungsi, maka data menjadi tidak terbaca. Gosokkan penghapus pensil ke chip emas kartu kredit tersebut untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel pada kartu.

Cara ini tak hanya berlaku pada kartu kredit saja, cara ini juga bisa Anda lakukan jika kartu SIM atau kartu memori handphone Anda tidak terbaca.

2. Bersihkan dengan cotton bud dan alkohol

Selain dengan penghapus pensil, Anda juga bisa membersihkan chip kartu kredit dengan cotton bud. Oleskan dengan alkohol, dan usapkan cotton bud itu secara lembut ke permukaan chip. Diamkan beberapa saat sampai alkohol mengering.

2 dari 3 halaman

3. Bersihkan pita magnetik dengan tisu kering

Kartu kredit yang disimpan di dalam tas khusus atau dompet dalam waktu cukup lama bisa menghilangkan sensitifitasnya. Terlebih jika domper Anda kotor dan lembab. Kondisi ini juga bisa membuat transaksi gagal.

Coba bersihkan bagian magnetik stripe atau pita magnetik (warna hitam) dengan tisu kering. Lakukan juga jika kartu Anda pernah kehujanan atau kebasahan saat beraktivitas. Ingat, jangan sekali-kali mengambil kotoran yang menempel pada kartu dengan menggunakan kuku atau benda tajam.

4. Simpan dalam dompet khusus atau setidaknya lebih tertutup

Jangan menyimpannya langsung dalam saku celana atau kantong baju yang biasanya kurang bersih dan rawan kotor. Juga jangan masukkan begitu saja ke dalam tas tanpa perlindungan dompet.

Simpan kartu kredit dalam tempat yang aman seperti dompet khusus untuk menyimpan kartu. Satukan kartu kredit Anda dengan kartu debit, KTP, SIM, dan kartu penting lainnya. Selain menghindari kerusakan pada chip kartu Anda, Anda juga tidak akan kebingungan mencarinya saat diperlukan.

3 dari 3 halaman

5. Simpan di tempat aman dan jauh dari jangkauan anak-anak

Jangan biarkan anak-anak bermain dengan kartu kredit, karena bisa membahayakannya. Kartu kredit bisa patah jika dimainkan tanpa perhitungan seperti saat dimainkan anak-anak.

Jangan meninggalkan kartu kredit di meja atau di tempat yang bisa dijangkau anak-anak. Menyimpan kartu kredit sembarangan juga akan berpotensi hilang, dicuri orang, dan rusak. Selalu cek sebelum kartu kredit Anda gunakan untuk transaksi. (Baca juga: Cara Aman Bertransaksi dengan kartu kredit)

Loading
Artikel Selanjutnya
Hati-Hati, Ini 4 Tanda Pemakaian Kartu Kredit Anda Mulai Berbahaya
Artikel Selanjutnya
PNS Bisa Gesek Kartu Kredit Pemerintah, Apa Syaratnya?