Sukses

Investor Ini Tanam Uang Bangun Lapangan Golf hingga Hotel di Belitung

Liputan6.com, Jakarta - Upaya pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk mensinergikan pengembangan sektor properti dan pariwisata tampaknya mendapat respon positif dari pelaku usaha. Satu per satu investor mulai masuk menanamkan investasi di sektor properti penunjang pariwisata, seperti yang dilakukan PT Belitung Golf and Resorts. 

Pengembang yang merupakan anak usaha dari PT Intra GolfLink Resorts (IGR) dan PT Putra Ciptawahana Sejati (Ranati) tersebut pada tahun ini berencana mengembangkan proyek Black Rocks Golf Belitung senilai Rp 167,5 miliar di kawasan Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Pantai Tanjung Tinggi ini merupakan salah satu lokasi pengambilan syuting gambar film Laskar Pelangi, sehingga saat ini lebih dikenal dengan sebutan Pantai Laskar Pelangi. 

Direktur Utama Belitung Golf and Resorts, Suprapto Pegeng mengatakan, Black Rocks Golf Belitung merupakan proyek properti yang memadukan lapangan golf dengan perumahan eksklusif kelas premium dengan pemandangan alam berupa susunan bebatuan granit dan danau natural seluas 30 hektare (ha), yang didukung bentangan pantai pasir putih sepanjang 2,5 kilometer (km).

“Proyek ini berada di lokasi wisata yang sudah sangat terkenal di Indonesia, bahkan di dunia. Dengan jarak tempuh penerbangan hanya sekitar 40 menit dari Jakarta,” ungkap Suprapto kepada Liputan6.com, Rabu (14/3/2018). 

Dijelaskannya, proyek Black Rocks Golf Belitung memiliki total luas lahan 100 ha. Rinciannya 70 ha disiapkan untuk lapangan golf dan driving range, 5 ha untuk Golf Club House, dan hotel bintang empat. Sedangkan sisanya 25 ha akan dibangun 7 cluster vila mewah dengan total sebanyak 300 unit.

 

 

 

 

1 dari 3 halaman

Investasi Rp 167 Miliar

Menurut Suprapto, lapangan golf di Belitung ini merupakan lapangan golf ketiga yang dibangun perusahaana setelah Palm Hill Golf Club di Bogor dan New Kuta Golf di Bali.

Lebih lanjut dia menyebutkan, konsep pengembangan Black Rocks Golf Belitung adalah kawasan pariwisata berkonsep resort dalam satu kawasan yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan pengunjung.

Perusahaan pun memasarkan tanah kavling untuk dibangun vila sesuai keinginan pembeli. Namun pihak pengembang membatasi tinggi bangunan maksimum hanya dua lantai, dan tidak wall to wall. Ukuran luas kavling terkecil mulai dari 300 meter persegi hingga terbesar 1.587 meter persegi. Untuk tanah kavling, ditawarkan sekitar Rp 2,5 juta per meter persegi.

"Investasi untuk pengembangan Black Rocks Golf Belitung diperkirakan mencapai Rp 167,5 miliar," jelas Surprapto.

Di tahap I akan dibangun lapangan golf 18 hole, Golf Club House, hotel dengan 40 kamar, dan pembentukan kavling golf. Dilanjutkan pada tahap II, penambahan 100 kamar hotel lagi. Saat ini pembangunan lapangan golf sudah dimulai sejak September 2016, dan ditargetkan beroperasi penuh pada Desember 2018.

“Diharapkan seluruh kavling akan sold out paling lambat akhir 2018,” Suprapto berharap. 

2 dari 3 halaman

Keunggulan

Untuk mempercepat pemasaran Black Rocks Golf Belitung, PT Belitung Golf and Resorts menggandeng aplikasi pemasaran online pertama di Indonesia yaitu PROJEK dan 7 Master Franchise agen properti kaliber internasional, yaitu Century 21, ERA, Harcourts, LJ Hooker, Promex, Remax dan Ray White. 

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) telah berlangsung di Damai Indah Golf, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, baru-baru ini. Segmen pasar yang dibidik memang adalah para golfer, para eksekutif, pengusaha perkotaan, dan investor.

Pendiri PROJEK dan PROVIZ yang juga bertindak sebagai konsultan pemasaran Black Rocks Golf Belitung, Andy K Natanael mengungkapkan ada dua keunggulan yang dimiliki proyek tersebut. Pertama, kawasan hunian (kavling) posisinya strategis dan merupakan lokasi premium di pesisir pantai pada area lapangan golf dengan memadukan keindahan alam yang spektakuler antara danau, laut, dan bebatuan granit yang menjadi signature di Kepulauan Belitung.

"Kedua, keunggulan lapangan golf menjadi The First Championship Golf Course dengan struktur lapangan yang sangat menarik dan menantang untuk bermain golf di antara bebatuan granit," terangnya. 

 

Artikel Selanjutnya
Diresmikan Sandiaga, Ini Kehebatan Fasilitas Pengolahan Sampah di Sunter
Artikel Selanjutnya
Dua Tahun, Apartemen di Ciputat Naik Rp100 Juta