Sukses

Kementerian PUPR Tambah Akses Jalan ke Kawasan Wisata Mandeh

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meningkatkan akses jalan di kawasan Mandeh yang menjasi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Keindahan dari kawasan Mandeh ini  kerap disandingkan dengan Raja Ampat di Papua.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan adanya akses jalan yang baik akan mampu meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata. Hal tersebut juga secara otomatis akaTin merangsang pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi.

“Kita secara bertahap akan menyelesaikan pembangunan jalan akses ke Kawasan Wisata Mandeh sepanjang 42,48 km. Pada 2017, telah dirampungkan pengaspalan jalan sepanjang 16 km dengan anggaran Rp 77,14 miliar,” jelas dia, seperti dikutip Selasa (13/3/2018).

Objek wisata Mandeh sendiri sudah dikenal baik di dalam dan luar negeri karena memiliki pulau-pulau eksotis dan wisata bahari, di antaranya Pulau Traju, Pulau Setan Besar dan Kecil, Pulau Sironjang Besar dan Kecil dan Pulau Cubadak.

Menteri Basuki menambahkan, Kementerian PUPR akan melakukan pembangunan jalan kembali di sana sepanjang 26,48 km pada tahun ini.

Pembangunan dibagi menjadi dua paket pengerjaan. Paket pertama sudah memasuki proses lelang dengan total panjang jalan 13,03 km dengan alokasi anggaran sebesar Rp 72,68 miliar.

Paket kedua sepanjang 13,48 km dengan anggaran Rp 77 miliar serta Rp 64,17 miliar untuk pembangunan 13 jembatan.

1 dari 3 halaman

Surga Tersembunyi

Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, meraih peringkat pertama pada kategori Surga Tersembunyi Terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia (API) II. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menerima penghargaannya di Jakarta, Sabtu malam, 25 November 2017.

"Penghargaannya langsung saya terima di Jakarta, ini pencapaian yang luar biasa untuk dunia pariwisata Pesisir Selatan," katanya di Painan, Senin (27/11/2017), dilansir Antara.

Ia berharap momentum tersebut mampu meningkatkan popularitas kawasan Mandeh tidak hanya di dalam, namun juga di luar negeri.

"Kepada masyarakat yang berperan aktif mewujudkan kawasan Mandeh meraih peringkat pertama saya atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Raja Ampat Rasa Sumatera

Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyebut Mandeh sebagai Raja Ampat-nya Sumatera. Dari puncak Mandeh, pengunjung bisa melihat onggokan Pulau Traju, Sironjong Besar, dan Sironjong Kecil, Pulau Setan, hingga Pulau Cubadak.

Ke arah utara kawasan tersebut, pengunjung bisa menikmati gugusan pulau yang terlihat melingkar seperti Pulau Pagang, Pulau Marak yang berdampingan dengan Sikuai, serta Pulau Bintangor.

Berpaling ke arah berlawanan, pengunjung disajikan dengan keindahan tanjung dengan riak air yang ringan ibarat sebuah danau. Keindahan ini yang membuat Menteri Arief Yahya berulang kali mengunjungi kawasan tersebut.

Menurut Arief, Mandeh akan menjadi proyek percontohan pengembangan kawasan wisata di Sumbar. Mandeh potensial dikembangkan sebagai kawasan wisata meningkat luas kawasan yang berjarak sekita 56 kilometer dari Kota Padang tersebut mencapai 18.000 hektare.

Artikel Selanjutnya
Rekomendasi Kementerian PUPR buat BUMN Karya, Apa Isinya?
Artikel Selanjutnya
Terganjal Aturan, Baru 4 Situ Pencegah Banjir yang Tersertifikasi