Sukses

Penghentian Sementara Proyek Infrastruktur Tak Ganggu Kepercayaan Investor

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara pembangunan [proyek infrastruktur ]( 3303772 "")tidak akan berdampak pada kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Menurut dia, dengan penghentian ini, pemerintah akan melakukan evaluasi terlebih dulu agar kualitas proyek-proyek tersebut bisa lebih baik lagi. Dengan demikian, juga akan menarik lebih banyak investor untuk masuk ke Indonesia.

"Justru meningkatkan investor, karena kita melakukan koreksi agar kualitasnya jadi baik," ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan, penghentian proyek infrastruktur ini juga tidak berdampak pada anggaran pemerintah untuk infrastruktur.

Sebab, dana untuk proyek-proyek yang dihentikan sementara bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Enggak ada, karena proyek-proyek itu tidak pakai anggaran APBN. Enggak pakai anggaran Menteri Keuangan, itu semua BUMN, dan bukan moratorium, hanya pemberhentian sementara untuk pembangunan elevated yang layang," jelas dia.

Namun demikian, Rini berharap dengan penghentian sementara dan evaluasi yang dilakukan pemerintah bisa membuat proyek infrastruktur tersebut lebih baik lagi.

"Ini betul untuk dianalisa, bahwa semuanya keamanan sudah terjaga atau tidak, teknisnya sudah benar atau tidak sehingga hal yang terjadi kemarin enggak terjadi lagi," tandas dia.‎‎

1 dari 2 halaman

3 Menteri Hentikan Sementara Seluruh Proyek Jalan Layang di RI

Rapat terbatas antara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan bahwa seluruh proyek jalan layang (elevated) di seluruh Indonesia akan dihentikan untuk sementara waktu.

Basuki Hadimuljono mengatakan, para peserta rapat sepakat untuk menghentikan sementara pengerjaan seluruh infrastruktur proyek pembangunan di atas tanah atau elevated.

"Kami sepakat menghentikan pengerjaan seluruh pembangunan infrastruktur yang melayang di atas tanah, semisal LRT, jalan layang, tol layang, di seluruh Indonesia," jelas dia di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Basuki menekankan bahwa penghentian pengerjaan proyek jalan layang yang merupakan perintah Presiden tersebut bukan moratorium. "Ini buka moratorium, tapi penghentian sementara," tegas dia.

Meskipun proyek elevated diberhentikan sementara waktu, Menteri Basuki melanjutkan, pengerjaan proyek lainnya seperti bendungan dan jembatan lintas sungai akan terus berjalan.

Selama pengerjaan diberhentikan, Asosiasi Konstruksi Indonesia (AKI) akan mengevaluasi penyebab kecelakaan kerja seperti robohnya tiang proyek Tol Layang Becakayu.

"Sepemantauan kami, kecelakaan kerja banyak terjadi pada saat malam dan pagi hari. Kita akan evaluasi dulu ketika pengerjaan (elevated) dihentikan sementara," pungkasnya.

Artikel Selanjutnya
Janji Menteri Rini ke Sri Mulyani: 30 BUMN Integrasi Data ke Ditjen Pajak
Artikel Selanjutnya
Defisit Anggaran Bikin RI Harus Tambah Utang