Sukses

Bisnis Walmart Tersandung Toko Online

Liputan6.com, Jakarta - Walmart mengakui bahwa toko konvensional yang mereka miliki akan sulit untuk bisa bersaing secara langsung dengan Amazon. Saat ini perusahaan tersebut tengah menyiapkan strategi agar tak ketinggalan di bisnis online.

Dikutip dari CNN Money, Rabu (21/2/2018), peritel terbesar di AS tersebut sebenarnya mengalami pertumbuhan yang tinggi dari unit bisnis online.

Namun, porsi dari unit bisnis online tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari penjualan sepanjang 2017 yang tercatat US$ 500 miliar.

Bahkan pada kuartal terakhir 2017 kemarin, unit bisnis online mengalami perlambatan. Penjualan online pada kuartal terakhir 2017 tanya tumbuh 23 persen saja. Sedangkan pada kuartal sebelumnya bisa mencapai 50 persen.

CEO Walmart Doug McMillon menjelaskan, meskipun penjualan perusahaan tumbuh positif pada 2017 lalu tetapi margin keuntungannya menipis.

Alasannya, Walmart harus menurunkan harga agar bisa bersaing dengan Amazon. Margin yang turun tersebut menbuat pendapatan perusahaan turun 42 persen di kuartal IV.

Padahal pada kuartal tersebut ada musim belanja yang seharusnya bisa mendorong kinerja. "Ini bukan kompetisi yang biasa bagi kami," jelas dia mengomentari persaingan dengan Amazon.

Namun McMillon cukup optimistis ke depan karena perusahaan sedang menyiapkan strategi mengahdapi persaingan tersebut.

2 dari 2 halaman

Saham Walmart Tekan Bursa AS

Wall Street tersungkur. Indeks acuan Amerika Serikat (AS) Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 terjatuh pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) setelah sebelumnya meraih penguatan dalam enam sesi berturut-turut.

Pendorong pelemahan indeks acuan tersebut karena penurunan tajam saham Walmart.

Indeks acuan Nasdaq Composite pun juga melemah tetapi tak terlalu besar karena terbantu kenaikan saham-saham blue chip salah satunya adalah Amazon.

Mengutip Reuters, Rabu (21/2/2018), Dow Jones Industrial Average turun 254,63 poin atau 1,01 persen menjadi 24.964,75. Indeks S&P 500 kehilangan 15,96 poin atau 0,58 persen menjadi 2.716,26.

Sedangkan Nasdaq Composite turun 5,16 poin atau 0,07 persen menjadi 7.234,31.

Walmart yang merupakan perusahaan peritel terbesar di AS melaporkan bahwa laba yang mereka bukukan lebih rendah dari perkiraan pasar dan mencatatkan penurunan tajam pada penjualan online selama masa liburan musim dingin kemarin.

Saham Walmart merosot 10,2 persen, dan mengalami penurunan persentase terbesar sejak Januari 1988.