Sukses

Harapan Gubernur BI untuk Menteri Sosial yang Baru

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo berharap ‎Idrus Marham yang resmi dilantik sebagai Menteri Sosial dapat membantu menekan tingkat infasi di daerah.

Idrus Marham menggantikan posisi Khofifah Indar Parawansa yang mengundurkan diri untuk ikut dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur.

Agus mengatakan, selama ini tingkat inflasi di daerah, salah satunya bergantung pada bantuan sosial (bansos) yang disalurkan kepada masyarakat.

Dia berharap di bawah kepemimpinan Idrus Marham, bansos tersebut bisa disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) secara tepat, baik masyarakat penerima manfaatnya, maupun dari segi jumlah dan waktu penyaluran.

"Saya sangat ingin agar bentuk-bentuk bansos baik itu program keluarga harapan, bantuan pangan nontunai, itu bisa berjalan dengan lancar sebagaimana yang ditetapkan. Ada yang bantuanya per bulan, ada yang per tiga bulan, itu harus dilaksanakan, dimonitor dan diyakini yang keluarga penerimaan manfaat, by name by adress harus tepat," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Dengan demikian, dapat membantu masyarakat miskin yang menjadi penerima manfaat dari bansos tersebut. Sehingga secara tidak langsung juga diharapkan berdampak pada laju inflasi di daerah yang semakin terkendali dan menurunkan angka kemiskinan.

"Jadi itu akan sangat membantu masyarakat yang memerlukan. (Inflasi di daerah bisa terjaga?)‎ Iya," kata dia.

Selain itu, Agus juga mengapresiasi langkah cepat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang langsung menunjuk Idrus Marham sebagai pengganti Khofifah. Dengan demikian diharapkan program bansos yang direncanakan pemerintah di 2018 tidak terganggu.

"Kami menyambut baik bahwa posisi menteri sosial yang kosong langsung diisi dalam waktu cepat, begitu pula dengan posisi KSAU. Kami menyambut baik bahwa pelaksanaan kontinuitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi dapat dijalankan dengan baik," tandas dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Jadi Menteri Sosial, Idrus Marham Fokus Turunkan Angka Kemiskinan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham resmi menduduki jabatan Menteri Sosial. Idrus menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang ikut dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur.

Idrus mengatakan, dirinya mengapresiasi capaian yang selama ini telah hasilkan oleh Khofifah. Salah satunya dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

"Memang satu prestasi yang sudah dicapai (Khofifah) dalam mengurangi tingkat kemiskinan yang ada yang tadinya itu sekitar 27 juta keluarga dan 101 orang, sekarang turun 1,2 juta, setara dengan 0,6 persen dari keseluruhan yang ada. Saya kira ini prestasi," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Menurut dia, apa yang telah dicapai Khofifah tersebut akan terus dia lanjutkan. Bahkan Idrus akan mempercepat penurunan angka kemisknan melalui percepatan program-program yang dijalankan Kementerian Sosial (Kemensos).

"Tentu prestasi yang dicapai oleh Mbak Khofifah ini akan kita tindak lanjuti. Tentu saya sebagai orang yang baru ditugaskan Presiden di situ saya akan mengambil langkah-langkah untuk semakin meningkatkan supaya ada akselerasi dari pada kinerja kementerian itu," kata dia.

Namun dalam menurunkan angka kemiskinan ini, lanjut Idrus, tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kemensos, untuk itu pihaknya akan menjalin sinergi yang lebih erat dengan kementerian dan lembaga terkait.

"Memang bicara kemiskinan berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2011 ya memang domainnya di situ (Kemensos). Tapi itu tidak berdiri sendiri dan saling berkaitan. Karena itu sinergitas Kemensos dengan lembaga dan kementerian lain dalam rangka mengurangi kemiskinan harus kita perhatikan," jelas dia.

Dengan sinergi yang baik, kata dia, diharapkan angka kemiskinan di Indonesia bisa terus menurun. "Karena itu kata kuncinya akselerasi kinerja, kemudian penguatan sinergitas. Saya punya keyakinan kalau itu kita lakukan Insya Allah prestasi yang dicapai Pak Jokowi dengan turunnya 1,2 juta itu akan kita tingkatkan," tandas dia.