Sukses

Profesi Unik, Tukang Hipnotis buat Investor yang Lupa Password

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena Bitcoin yang meningkat dalam beberapa tahun belakangan ternyata bisa membuka peluang usaha bagi sebagian orang. Harga Bitcoin yang terus melambung tinggi membuat sebagian besar investor menempatkannya di brankas dengan kata sandi atau password khusus.

Tapi apa jadinya jika investor lupa akan password Bitcoinnya?

Jangan khawatir, seorang pemuda asal Carolina Selatan, Amerika Serikat punya solusinya. Pria bernama Jason Miller ini menawarkan jasa terapi hipnotis bagi mereka yang lupa password akun Bitcoin.

Jason percaya, dengan terapi hipnotis ini, pemilik Bitcoin pun akan bisa mengingat kembali kata sandi yang ia miliki.

"Saya mengembangkan sejumlah teknik dan metode yang memungkinkan seseorang menjangkau memori lama atau melihat hal terlupa yang mereka simpan di suatu tempat," ujar Jason dilansir dari The Wall Street JOurnal, Senin (15/1/2018).

Jika metodenya berhasil, Jason Miller meminta bayaran sebesar 1 Bitcoin ditambah 5 persen dari jumlah yang Bitcoin yang berhasil diingat. Namun dia mengatakan, tarif jasanya fleksibel dan bisa ditawar.

Sebagai informasi, sejumlah investor yang berinvestasi pada Bitcoin memang banyak yang kesulitan mengakses kekayaan mereka. Beberapa orang bahkan nyaris putus asa terobsesi Bitcoin mereka, apalagi jika mengingat nilainya saat ini melonjak hingga 20 kali lipat. Penyebabnya rata-rata lupa password.

Keamanan mata uang virtual Bitcoin ini berlapis-lapis. Tak hanya dilindungi password, untuk bertransaksi juga dijaga oleh sederet kode keamanan yang kompleks.

Sialnya, tak seperti menyimpan uang di bank, Bitcoin tidak memiliki semacam hotline sentral untuk meminta reset password. Alhasil, kondisi ini jadi ladang pekerjaan baru bagi hipnotis seperti Jason Miller.

Simak video menarik di bawah ini:

2 dari 3 halaman

Tips investasi Bitcoin

Selain merupakan inovasi yang baru, harga bitcoin yang meningkat juga membuat orang makin banyak yang ingin berinvestasi di mata uang digital ini. Namun, tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi.

Apa saja? Berikut ulasannya, melansir Forbes:

1. Riset terlebih dahulu

Pastikan Anda sudah melakukan riset sebelum memutuskan investasi di bitcoin. Peredaran bitcoin sangatlah terbatas. Untuk saat ini, hanya ada sekitar 21 juta di seluruh dunia. Dengan adanya pembatasan seperti itu, harga bitcoin akan cenderung terus naik.

Akan tetapi, tentunya tidak ada investasi yang akan terus berjalan mulus. Beberapa ahli keuangan seperti Profesor John Quiggin dari Universitas Queensland menyatakan bahwa investasi bitcoin bisa buble, karena tidak memiliki nilai aset sebenarnya.

Untuk itu, Anda harus benar-benar memahami risiko, keuntungan, pajak, dan cara kerja sistemnya terlebih dahulu.

2. Mulai dengan perlahan

Bagi pemula, mulailah untuk berinvestasi bitcoin dengan perlahan. Jangan buru-buru memasukkan semua uang yang Anda punya untuk membeli uang digital ini.

Dengan begini Anda akan bisa belajar terlebih dahulu tentang investasi di bitcoin.

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Tetap buat portfolio tambahan

Nilainya yang fluktuatif membuat Anda tidak boleh langsung menaruh semua uang dan investasi dimiliki pada bitcoin. Bisa-bisa, saat harganya jatuh maka hilang pula semua uang yang sudah Anda investasikan.

4. Ikuti terus perkembangan harganya

Nilai bitcoin itu terus bergerak setiap menit. Karena itu, Anda perlu memantau pergerakannya. Ada beberapa fitur yang bisa digunakan, seperti bitcoin checker dan bitcoin ticker widget. Keduanya bisa memberikan peringatan apabila pergerakannya sudah mencapai nilai yang Anda inginkan. Setelah itu tinggal Anda putuskan, mau beli atau mau jual.

5. Pintar memilih waktu saat membeli dan menjual

Ketika Anda sudah memiliki bitcoin, perkara menjual dan membeli bukanlah hal yang mudah. Perlu kejelian yang baik dalam melakukannya.

Jika asal jual bisa saja, harganya bisa merosot jauh dari harga pembelian. Jadi, tetap jeli dalam trading bitcoin ini, ya!