Sukses

Rata-Rata Harga Apartemen di Bandung Rp 14 Juta per Meter Persegi

Liputan6.com, Jakarta - Apartemen dengan harga kurang dari Rp 1 miliar di Bandung terus merangkak naik. Pembangunan berbagai proyek infrastruktur menjadi salah satu pendorong kenaikan harga apartemen. 

Berdasarkan data dari Rumah.com Property Index (RPI), rata-rata harga apartemen di bawah Rp 1 miliar berada di kisaran Rp 12,61 juta per meter persegi pada kuartal II 2016. Sedangkan pada kuartal II 2017, rata-rata harga apartemen  di bawah Rp 1 miliar naik menjadi Rp 13,94 juta per meter persegi atau mendekati Rp 14 juta per meter persegi

Country Manager Rumah.com Wasudewan menjelaskan, kenaikan median harga tertinggi terjadi di kuartal IV 2016. Tercatat dari Rp 13,20 juta per meter persegi menjadi Rp 14,09 juta per meter persegi atau naik 6,75 persen.

"Namun di kuartal I 2017 median harga apartemen di Bandung sempat turun sedikit menjadi Rp 13,8 juta per meter persegi atau merosot sebanyak 2,06 persen," jelas dia dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (2/9/2017). 

Penurunan ini merupakan hal yang wajar karena awal tahun investor dan konsumen selalu bersikap wait and see, mengamati perkembangan pasar sambil menunggu kebijakan baru yang akan dikeluarkan Pemerintah.

Tapi kondisi ini hanya sebentar karena di kuartal 2017 median harga apartemen di bawah Rp 1 miliar di Bandung naik lagi menjadi Rp 13,94 juta per meter persegi atau naik sebanyak 1,01 persen.

Terus naiknya tren median harga apartemen di Bandung didorong sejumlah proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan. Seperti area Bandung Timur dengan proyek Bandung Teknopolis, kota baru berbasis teknologi informasi berlokasi di kawasan Gedebage.

"Lebih dari 800 hektare lahan telah disediakan oleh pemerintah daerah untuk membangun wilayah khusus tempat berkumpulnya perusahaan teknologi informasi." tambah dia. 

Dengan dukungan infrastruktur jalan yang memadai, kapasitas listrik dan akses internet berkecepatan tinggi, Bandung Teknopolis akan menempatkan Gedebage sejajar dengan kawasan pusat teknologi kelas dunia, seperti Cyber Jaya di Malaysia hingga Silicon Valley di Amerika Serikat.

Selain itu ada rencana pembukaan pintu tol langsung menuju Gedebage yang berlokasi di KM-149 Tol Purbaleunyi yang terkoneksi langsung dengan Jalan Soekarno-Hatta, Bandung juga dinilai mendorong kenaikan median harga tersebut.

Apalagi dua tahun mendatang warga Bandung juga bisa menikmati kereta cepat (High Speed Train) Jakarta-Bandung yang normalnya sekitar 2,5 jam jika ditempuh dengan mobil, bisa dipangkas menjadi 36 menit saja.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Kereta cepat

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus dikebut. Pembangunan kereta ini ditargetkan rampung di akhir 2019.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Bintang Perbowo mengatakan, proses pembangunan kereta cepat dipercepat dengan harapan proses pengujian (commisioning) juga bisa dilakukan pada 2019.

"Jadi mempercepat memang sedang kita lakukan dan untuk daerah-daerah yang sudah ada izin untuk kita kerjakan sekarang sudah kita kerjakan. Dari semua perencanaan teknis yang kita bahas dengan partner akan selesai di akhir 2019. Dan 2019 mungkin sudah mulai commissioning. Jadi yang diminta Pak Jokowi memenuhi ketentuan yang ada," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Bintang mengatakan, salah satu fokus yang sedang digarap yakni pembebasan lahan di kawasan Halim Jakarta Timur. Kawasan itu terdiri dari 480 perumahan.

Nantinya, wilayah tersebut akan menjadi stasiun serta depo Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Sementara ini kita sudah jalan memang karena berbeda lokasi yang kita kerjakan mungkin LRT, yang ada di pinggir tol. Kami mulai dari relokasi perumahan AURI yang ada terkena nanti menjadi stasiun dan depo kita di Halim. Itu sedang berjalan kita pindahkan relokasinya di tempat yang baru," jelas dia.

Bila masalah lahan di wilayah Halim selesai, maka pembangunan kereta cepat bisa dimulai.

"Sehingga mungkin begitu selesai mereka pindah. Kita akan mulai stasiun di Halim km 0 itu. Kalau Anda arah Cikampek sebelah kiri jalan sebelum Universitas Borobudur ada komplek AURI Trikora. Di situ sedang dibuat relokasi untuk 408 perumahan yang terkena 250," jelas dia.

Perbedaan Kartu Ma’ruf dan Sandi di Debat Cawapres
Loading