Sukses

6 Kesalahan Merawat Kendaraan yang Bikin Kantong Kering

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu yang dapat menekan biaya operasional kendaraan adalah perawatan. Dengan perawatan yang baik, penghematan biaya operasional pun bisa kamu peroleh.

Tidak hanya anggaran keuangan yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari, namun anggaran juga dibutuhkan bagi operasional kendaraan pribadi kamu.

Biaya operasional kendaraan ternyata cukup menguras isi kantong, oleh karena itu harus dibuat seirit dan seefektif mungkin.

Salah satu yang ikut berperan dalam menekan biaya operasional kendaraanmu adalah perawatan. Dengan perawatan yang baik dan benar, penghematan biaya operasional pun bisa kamu peroleh.

Berikut beberapa kesalahan perawatan kendaraan yang akan membuat kantongmu kering seperti dikutip dari Tunaiku:

1. Memanaskan mesin terlalu lama

Memang sebelum menggunakan kendaraanmu untuk bepergian dianjurkan memanaskan mesin motor atau mobil. Namun kebiasaan memanaskan mesin mobil terlalu lama akan membuat bensin bisa terbakar sia-sia, niat untuk irit bensin pun tidak terlaksana.

Panaskan mesin kendaraan secukupnya, bahkan teknologi mobil sekarang tidak membutuhkan waktu pemanasan bermenit-menit.

2. Jarang service kendaraan secara rutin

Banyak pemilik kendaraan pribadi yang beranggapan bahwa perawatan mobil yang dilakukan secara rutin biasanya akan mengeluarkan banyak biaya, sehingga akan boros.

Hal ini adalah pendapat yang salah. Tahukah kamu jika mesin mobil yang tidak di-tune up akan menyerap bensin 10-20 persen lebih boros dari yang rajin dirawat?

Perawatan yang dilakukan secara rutin akan membuat mobil terhindar dari kerusakan-kerusakan yang tidak diperlukan di kemudian hari. Daya tahan sebuah mesin kendaraan pun bisa bertahan lama jika diservis secara rutin.

Tidak cuma rutin, servis juga harus dilakukan sesuai jadwal. Servis yang dilakukan teratur membuat mobil bekerja baik sehingga bisa mencegah pemborosan.

2 dari 3 halaman

service sebagian



3. Melakukan service sebagian

Tidak hanya rutin service mobil, namun perawatan juga sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Kebiasaan dengan meminta montir bengkel untuk memeriksa sebagian dari kendaraan adalah hal keliru.

Mintalah pada montir untuk memeriksa dan memperbaiki mobilmu secara menyeluruh. Dengan begitu kamu akan menghemat waktu untuk memperbaiki beberapa bagian yang bermasalah sekaligus, kamu pun tidak perlu bolak-balik ke bengkel untuk memperbaiki mobil lagi.

4. Tidak menggunakan suku cadang asli

Kamu pasti lebih tergiur dengan onderdil yang dijual murah oleh penjual daripada onderdil asli dengan harga mahal. Padahal onderdil yang dijual dengan harga miring tersebut belum tentu bisa bertahan lama.

Lebih baik membeli onderdil dengan mutu dan kualitas baik. Meskipun harganya cenderung lebih mahal, tentu onderdil tersebut akan mampu bertahan lebih lama dan aman untuk kendaraan.

Dengan memakai spare part asli sebenarnya kamu akan lebih menghemat lebih banyak uang. Untuk memastikan suku cadang tersebut asli, belilah di dealer atau distributor resmi.

3 dari 3 halaman

service di bengkel resmi



5. Selalu service di bengkel resmi

Baik memang jika kamu melakukan perawatan kendaraan di bengkel resmi. Namun, biaya di bengkel resmi biasanya lebih mahal dari bengkel biasa. Ada baiknya mencari bengkel biasa dengan mekanik yang sudah kamu kenal, berpengalaman dan profesional untuk melakukan perawatan rutin kendaraanmu.

Toh, kalau memang profesional, hasil kerjanya pasti aan sama baiknya dengan bengkel resmi. Kalau kamu belum tahu mana bengkel yang bagus, kamu bisa langsung tanyakan ke temanmu yang memang hobi otomotif atau sering-sering baca artikel otomotif.

6. Tidak memperhatikan kondisi ban

Hal yang sering kurang diperhatikan adalah perawatan ban. Padahal dengan memberikan perhatian lebih di ban juga akan ikut menekan pengeluaranmu. Selalu perhatikan tekanan angin pada ban kendaraanmu.

Ban yang kempis akan memperbesar gesekan sehingga menghambat laju mobil dan otomatis membuat BBM boros, pengeluaran pun bertambah.

Harga ban mobil tergolong mahal, untuk itu perlu dirawat sebaik mungkin. Diantaranya adalah dengan menggunakan sabun khusus saat membersihkan ban, membersihkan sela-sela ban minimal sebulan sekali.