Sukses

Konsumsi Semen Nasional Diprediksi Capai 84 Juta Ton di 2017

Liputan6.com, Jakarta Konsumsi semen di dalam negeri diprediksi akan meningkat hingga 84,96 juta ton di tahun ini. Hal tersebut seiring dengan pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilaksanakan pemerintah.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, proyek pemerintah membutuhkan banyak pasokan semen dan akan naik setiap tahunnya.

Selain itu, maraknya pembangunan perumahan dan properti juga menjadi faktor meningkatnya permintaan semen.

"80 persen konsumsi semen adalah oleh masyarakat," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Dia menjelaskan, untuk mengukur suatu negara apakah terbangun atau tidak dapat dilihat dari pertumbuhan industri semen pada negara tersebut.

"Kalau industri semen di negara tumbuh, maka pembangunan di dalam negeri juga pasti tumbuh, begitu gampangnya," lanjut dia.

‎Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, investasi pada industri semen di Indonesia mencapai Rp15 triliun sepanjang 2016. Hal ini menunjukkan masih menariknya sektor ini bagi investor dalam maupun luar negeri.

Namun, capaian tersebut perlu diimbangi dengan pemenuhan semen untuk pasar domestik yang peluangnya cukup besar. Saat ini konsumsi semen per kapita Indonesia kalah dibandingkan negara ASEAN lain, seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam.

“Konsumsi semen per kapita nasional saat ini sekitar 243 kg per kapita. Sedangkan, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia sebesar 751 kg per kapita, Thailand sebesar 443 kg per kapita dan Vietnam sebesar 661 kg per kapita,” ‎jelas dia.

Untuk itu, Kemenperin terus mendorong penggunaan semen dalam negeri pada program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta instansi lainnya, sehingga diharapkan utilisasi industri semen nasional dapat ditingkatkan,” jelas dia.

Menurut Airlangga, pihaknya berkomitmen untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat berkembang. Upaya yang dilakukan, antara lain dengan mengendalikan impor semen maupun klinker, mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen, serta penerapan dan penegakan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib maupun pengembangannya.

“Selain itu, kami juga meminta kepada pelaku industri semen nasional agar terus membangun budaya inovasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat baik di tingkat regional maupun internasional,” paparnya.

Apalagi, lanjut Airlangga, inovasi tersebut juga akan menjadi keuntungan bagi perusahaan agar menjadi lebih efisien terutama dalam mengatasi kelebihan kapasitas produksi semen dalam negeri yang sejak 2015 mencapai 25 persen dari kebutuhan.(Dny/Nrm)